Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nilai 'Rights Issue' Melonjak 302%

Selasa, 3 Agustus 2021 | 05:42 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai penggalangan dana melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue mencapai Rp 35,7 triliun hingga Juli 2021. Nilai tersebut melonjak 302% dibandingkan periode sama pada 2020 yang sebesar Rp 8,9 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, peningkatan nilai rights issue ini sebanding dengan emiten yang melakukan aksi korporasi tersebut. Hingga Juli 2021, jumlah emiten yang menggelar rights issue mencapai 16 perusahaan dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya delapan perusahaan.

Peningkatan rights issue ini juga didorong banyaknya bank yang melakukan rights issue tahun ini. Hal ini sejalan dengan upaya untuk memenuhi peningkatan modal sesuai Peraturan OJK No.12/POJK.0/2021 tentang konsolidasi bank umum. “Sebanyak 62% dari total nilai rights issue sampai Juli 2021 berasal dari emiten perbankan,” kata Nyoman dalam keterangan resmi, Senin (2/8).

Selain peningkatan modal, pelaksanaan rights issue ini untuk mendanai modal kerja. Emiten juga menggunakan dananya untuk membayar utang serta ekspansi usaha.

Meski telah tumbuh signifikan, menurut dia, nilai rights issue diperkirakan tetap bertumbuh sampai akhir tahun ini. Pasalnya, BEI masih mencatat ada 42 emiten yang berada dalam pipeline BEI yang menunggu pelaksanaan rights issue.

Bank BUMN

Terkait dengan hal ini, ada beberapa bank milik negara yang sedang mempersiapkan rights issue dengan nilai besar. Di antaranya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan menggelar rights issue senilai Rp 95,92 triliun pada September 2021.

Berdasarkan prospektus, nilai rights issue sebesar Rp 95,92 triliun terdiri atas nilai inbreng saham PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 54,77 triliun. Selain itu, berasal dari perkiraan dana tunai yang bisa diperoleh dari penawaran umum terbatas (PUT) I sebesar Rp 41,15 triliun.

Dalam rights issue ini, BRI akan melepas 28,67 miliar saham. Adapun harga pelaksanaan belum disebutkan. Namun, dengan mempertimbangkan jumlah saham yang dilepas dan nilai rights issue, maka harga pelaksanaan ditaksir sebesar Rp 3.346 per saham.

Selain BRI, bank negara yang akan melakukan rights issue dengan nilai jumbo adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, nilai rights issue BNI mencapai Rp 11,7 triliun.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga menjadi bank negara ketiga yang akan melakukan rights issue. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, nilai rights issue akan mencapai sekitar Rp 5 triliun.

Dari rights issue tersebut, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas akan merealisasikan haknya dengan menyuntikkan modal sebesar Rp 3 triliun kepada BTN. Sisanya akan dieksekusi oleh pemegang saham lainnya.

Lebih lanjut, Nixon menjelaskan, dana hasil rights issue akan digunakan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN