Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sari Roti. Foto: Defrizal

Sari Roti. Foto: Defrizal

Nippon Indosari Kantongi Pinjaman Rp 1 Triliun dari BCA

Rabu, 15 April 2020 | 16:21 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA,Investor.id – PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) meraih fasilitas kredit senilai Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dana pinjaman tersebut akan dimanfaatkan perseroan sebagai modal kerja.

Sekretaris Perusahaan Nippon Indosari Corporindo Sri Mulyana mengatakan, perseroan telah menandatangani fasilitas kredit pada 13 April 2020. BCA memberikan dua jenis fasilitas, yakni time loan revolving senilai Rp 500 miliar dengan suku bunga 8,5% per tahun dan berjangka waktu hingga 11 Desember 2020.

Selanjutnya, kredit installment loan senilai Rp 500 miliar dengan suku bunga 8,5% per tahun dan berjangka waktu lima tahun. Kredit ini memiliki ketersediaan selama satu tahun sejak penandatanganan perjanjian. Selain sebagai tambahan modal kerja, fasilitas pinjaman juga bertujuan menjaga kontinuitas pasokan bahan baku produksi.

“Perseroan memiliki kewajiban untuk membayar angsuran pokok pinjaman dan bunga tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian fasilitas kredit,” jelas Sri dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Tahun lalu, produsen roti Sari Roti ini mencetak kenaikan laba bersih sebesar 75% menjadi Rp 301 miliar pada 2019, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 172 miliar. Penjualan bersih perseroan tumbuh sebesar 20,65% menjadi Rp 3,33 triliun pada 2019, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,76 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan perseroan meningkat 16,53% menjadi Rp 1,48 triliun pada 2019, dibandingkan 2018 yang mencatatkan Rp 1,27 triliun. Laba usaha perseroan pada 2019 turut mengalami peningkatan 83,59% menjadi Rp 356,93 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 194,41 miliar.

Sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan pada penutupan akhir 2019 mencatatkan sebesar Rp 347,09 miliar, terangkat 85,67% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 186,93 miliar.

Adapun di tengah fluktuasi pasar saham saat ini, Nippon Indosari merupakan salah satu emiten yang berkomitmen melakukan pembelan kembali (buyback) saham selama periode 12 Maret 2020 hingga 11 Juni 2020. Jumlah saham yang akan dibeli kembali hingga 700 juta saham, dan harga pelaksanaan buyback maksimal Rp 1.500 per saham.

Manajemen berharap aksi buyback ini mampu menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Selain itu, aksi ini turut dipertimbangkan guna memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang.

Saham ini nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri yang dapat dijual kembali di masa akan datang dengan nilai optimal. Dalam pelaksanaan buyback, manajemen menegaskan tidak akan ada dampak pada pendapatan dan laba perusahaan setelah melakukan aksi korporasi ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN