Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan memantau obligasi dan rupiah di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

November 2020, 8 Emiten Emisi Obligasi Rp 9,25 Triliun

Selasa, 24 November 2020 | 12:33 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Sebanyak 8 emiten tengah menawarkan obligasi dengan total Rp 9,25 triliun pada November 2020. Dana hasil emisi surat utang ini akan dimanfaatkan seluruh perseroan untuk mendukung bisnisnya.

Kedelapan emiten tersebut adalah PT Bank Sulselbar yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank Sulselbar Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 750 miliar. Surat utang ini diterbitkan dalam dua seri. Seri A senilai Rp 358 miliar dengan tingkat bunga 8% bertenor tiga tahun. Kemudian Seri B dilepas dengan pokok Rp 392 miliar, tingkat bunga 8,75%, dan jatuh tempo pada 18 November 2025.

Kemudian ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap VI Tahun 2020 sebanyak Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I J Resources dengan nilai total Rp 3 triliun. Obligasi ini dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) mencapai Rp 414,75 miliar.

Surat ini akan diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan nilai pokok Rp 251,66 miliar, tenor 370 hari dan tingkat bunga 9,25%. Sementara seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 163,09 miliar, bunga obligasi 10,25% dan tenor tiga tahun. Sementara sisanya sebesar Rp 85,25 miliar akan dijamin dengan kesanggupan penuh (best effort).

Emiten selanjutnya adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 600 miliar. Surat utang ini diterbitkan dengan tingkat bunga 9,75% dan tenor tiga tahun. Sedangkan sisa dari obligasi, yaitu Rp 323,4 miliar akan diterbitkan dengan kesanggupan terbaik (best effort). Obligasi ini sudah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 November 2020.

Selanjutnya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 750 miliar. Obligasi ini terdiri atas seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 295 miliar, tingkat bunga 5,75% dan tenor 370 hari. Sementara Seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp 455 miliar, tingkat bunga 7,25% dan tenor 3 tahun.

Begitu juga dengan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap III senilai Rp 386,52 miliar. Surat utang tersebut diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A senilai Rp 167,52 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,25% per tahun berjangka waktu 370 hari. Kemudian, seri B senilai Rp 56 miliar dengan tingkat bunga 9,25% per tahun berjangka waktu tiga tahun. Sementara seri C memiliki jumlah pokok Rp 163 miliar dengan tingkat bunga 10,25% per tahun bertenor lima tahun.

Selanjutnya, PT Permodalan Nasional Madani dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) menawarkan obligasi sebesar Rp 2,71 triliun. Kedua obligasi ini akan diterbitkan pada Desember mendatang. PNM berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 senilai Rp 2,4 triliun dan Mandala Finance akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV Mandala Multifinance Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 315 miliar.

Terakhir ada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menggelar penawaran obligasi berkelanjutan I tahap III senilai Rp 3,55 triliun. Dana hasil emisi akan digunakan untuk pelunasan utang dan modal kerja perseroan.

Obligasi terbaru Indah Kiat dirilis dalam tiga seri. Pada seri A, perseroan menawarkan Rp 504,63 miliar dengan bunga tetap 8,50% per tahun dan berjangka waktu 370 hari. Pada seri B, perseroan menawarkan Rp 2,46 triliun dengan tingkat bunga tetap 10% per tahun dan bertenor tiga tahun. Pada seri C, perseroan merilis Rp 582,71 miliar dengan tingkat bunga tetap 11% dan bertenor lima tahun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN