Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Medco Energi. Foto: IST

Medco Energi. Foto: IST

Obligasi dan MTN akan Jatuh Tempo, Bagaimana Kemampuan Medco?

Ghafur Fadillah, Minggu, 13 Oktober 2019 | 18:53 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A+ untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2016 Seri A yang diterbitkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp 246 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Desember 2019, dan Medium Term Notes (MTN) V Tahap I Tahun 2016 Seri A sebesar US$ 55 Juta yang akan jatuh tempo pada 15 November 2019.

Pefindo menjelaskan, efek utang dengan peringkat A+ mencerminkan kemampuan obligor yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibanding obligor lainnya.

“Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh dengan perubahan keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan dengan obligor yang memiliki peringkat yang lebih tinggi. Adapun tanda tambah (+) menunjukan bahwa peringkat yag diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan,” jelas Pefindo dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Pefindo menegaskan, peringkat tersebut diberikan berkaitan dengan langkah Medco Energi yang akan melunasi obligasi dan MTN yang jatuh tempo, dengan menggunakan dana hasil dari penerbitan obligasi global sebesar US$ 500 Juta pada Januari lalu. Per 30 Juni 2019, hasil obligasi global yang belum digunakan ditempatkan pada deposito dan rekening bank yang dibatasi penggunaannya pada Bank Standard Chartered sebesar US$ 276,7 juta, sementara kas dan setara kas sebesar US$ 450,9 juta.

Sementara itu, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), emiten yang bergerak di bidang energi ini memiliki tiga obligasi yang jatuh tempo pada semester II-2019, yakni Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 Seri A pada 15 Juli 2019 sebesar Rp 327 miliar dengan kupon 10,8%.

Kemudian, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 Seri A yang jatuh tempo pada 30 September 2019 sebesar Rp 549 miliar dengan kupon 10,8% dan dicatatkan . Lalu, Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2016 Seri A pada 21 Desember 2019 dengan besaran kupon 10,8%.

Sebelumnya, Medco Energi merilis obligasi global (global bond) senilai US$ 650 juta. Aksi ini diperkirakan bagian dari pembiayaan akuisisi Ophir Energy Plc yang mencapai 408,4 juta poundsterling atau setara Rp 7,6 triliun. Standard Chartered bertindak sebagai global coordinator dalam transaksi penawaran global bond Medco. Sementara itu, pihak yang bertindak sebagai lead managers dan bookrunners adalah ANZ, DBS, ING Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Penawaran global bond ini diluncurkan belum lama ini dan dibuka dengan kupon 8%. Selain untuk kebutuhan akuisisi Ophir, dana hasil emisi obligasi akan diserap untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang Medco Energi. “Penawaran surat utang yang jatuh tempo pada 2026 ini ditutup dengan kupon 7,375%” ungkap Global Capital Asia dalam laporan resminya.

Sementara itu, dilaporkan bahwa saat masa penawaran, pesanan yang masuk terhadap global bond ini melampaui US$ 2 miliar dari 154 akun investor. Sebanyak 50% merupakan investor Asia, sementara investor dari Asia dan Eropa masing-masing mengambil porsi 25%. Dari situ, manajer investasi serta hedge funds memiliki porsi 87%, sedangkan 9% adalah porsi pengelola asuransi dan dana pensiun, dan sisanya 4% adalah pihak perbankan.

Hingga semester I-2019, Medco Energi membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 27,86 juta atau turun 32,76% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 41,44 juta.

Medco Energi adalah perusahaan terbuka yang bergerak di sektor energi dan sumber daya alam yang terintegrasi, dengan tiga bisnis utama pada bisnis inti pada kegiatan E&P minyak dan gas di Indonesia, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Amerika Serikat, serta pembangkit listrik dan pertambangan.

Pada semester I-2019, sebesar 84,9% pendapatan perusahaan dihasilkan dari bisnis minyak dan gas, diikuti oleh pendapatan dari sektor pembangkit listrik sebesar 15%, dan pendapatan dari jasa sebesar 0,1%. Pada akhir Juni 2019, pemegang saham Medco Energi, yaitu PT Medco Daya Abadi Lestari (50,27%), Diamond Bridge Pte Ltd (21,49%), PT Medco Duta (0,19%), PT Multifabrindo Gemilang (0,04%), manajemen (1,29%), dan publik (26,72%).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA