Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
wika

wika

Obligasi dan Sukuk Wika "Oversubscribed" 2,5 Kali

Jumat, 4 Desember 2020 | 15:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencetat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,5 kali atau mencapai Rp 5 triliun untuk penawaran obligasi dan sukuk Mudharabah Berkelanjutan Tahap I senilai Rp 2 Triliun.

Obligasi tersebut diterbitkan dengan tenor 3, 5 dan 7 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 8,6%, 9,25, dan 9,85%. Surat utang tersebetbagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan target emisi hingga Rp 4 triliun. Sedangkan sukuk adalah bagian dari Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan total plafon Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan, kelebihan permintaan ini menunjukkan masih tingginya minat dan kepercayaan para investor untuk berinvestasi di Wika, kendati saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Adapun obligasi ini sebelumnya ditujukan untuk keperluan refinancing komodo bonds dan kebutuhan modal kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak dalam proses penerbitan Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan Tahap I ini," ujar dia dalam keterangan resmi pada Jumat, (4/12).

Menurut Ade, pencapaian ini menunjukkan kepercayaan yang kuat dari investor terhadap Wijaya Karya dan infrastruktur di Indonesia. Sehingga, Wika bisa mendukung pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia serta pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Ade juga mengungkapkan, kesuksesan penawaran ini didorong oleh optimisme perseroan untuk mencapai target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 21,37 triliun. Hingga November 2020, kontrak baru Wijaya Karya telah mencapai Rp 18 triliun atau 84,22% dari target.

Adapun kontribusi kontrak baru terbesar secara berturut-turut berasal dari segmen infrastruktur dan gedung sebesar Rp 7,78 triliun, energi dan industrial plant sebesar Rp 5,62 triliun, industri sebesar Rp 4,1 triliun dan properti sebesar Rp 509 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN