Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Obligasi SMF Raih Peringkat AAA dari Pefindo

Ghafur Fadillah, Jumat, 27 Desember 2019 | 12:45 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat AAA untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap VII Tahun 2019 Seri A PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai Rp 677 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2020. Begitu juga dengan Obligasi Berkelanjutan III Tahap VII Tahun 2017 Seri B senilai Rp 1 triliun yang akan jatuh tempo pada tanggal 2 Maret 2020. 

"Sarana Multigriya Finansial berencana melunasi obligasi tersebut dengan didukung oleh kas dan setara kas Perusahaan yang dilaporkan sebesar Rp 2,8 triliun di akhir September 2019," ujar Pefindo dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (27/12).

Adapun  peringkat AAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo yang menyatakan kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut relatif dibanding obligor Indonesia lainnya adalah superior. 

Sebelumnya Sarana Multigriya Finansial mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 2 triliun di Bursa Efek Indonesia. Efek tersebut merupakan sekuritisasi aset Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencapai Rp 2 Triliun. 

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan, EBA tersebut terdiri atas beberapa kelas, yakni kelas A yang ditawarkan melalui penawaran umum terdiri dari seri A1 dengan weighted average life/WAL tiga tahun dengan nominal Rp 5,74 miliar.

Adapun Seri A1 ditawarkan dengan bunga tetap 8,50% per tahun. Sedangkan seri A2 dengan tenor Lima tahun senilai Rp 1,142 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75%. SMF juga menawarkan EBA kelas M & Kelas B dengan total nominal masing-masing Rp 284 miliar (14,2% dari jumlah kumpulan tagihan) ditawarkan secara penawaran terbatas. 

"Rencananya seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF-BTN 05 ini akan digunakan untuk pembelian kumpulan tagihan KPR BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi hingga mencapai Rp 2 triliun," jelasnya kepada Investor Daily.

Dalam aksi korporasi ini, SMF berperan sebagai penerbit, arranger, dan pendukung kredit. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (BBTN), menjadi kreditur asal dan sebagai penyedia jasa (servicer), serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian

Direktur SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, produk ini diharapkan dapat memperluas pasar perseroan. EBA-SP ini juga bisa menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal yang menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch

"Langkah ini kami lakukan dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, dimana program tersebut memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA