Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

OJK Hentikan Sementara Penerbitan Reksa Dana Investor Tunggal

Thereis Love Kalla, Kamis, 12 September 2019 | 16:46 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menutup penerbitan baru reksa dana investor tunggal untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut dilakukan seiring dengan temuan OJK terkait tingginya jumlah investor tunggal dalam portofolio reksa dana di Indonesia.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menyatakan, terdapat 689 reksa dana investor tunggal yang dikelola 64 manajer investasi. Jumlah ini merupakan satu per tiga dari populasi reksa dana di Indonesia sebanyak 2168 reksa dana. “Kami lihat dari data-data yang kami punya, kayaknya temuan ini perlu didalami. Sehingga pendaftaran baru untuk reksa dana tunggal kita tutup dulu,” ujar Fakhri di Jakarta, Kamis (12/9).

Fakhri menambahkan untuk reksa dana dengan investor tunggal yang sudah ada akan dibiarkan terus berjalan. Hingga Agustus 2019 total dana kelolaan dari reksa dana investor tunggal mencapai Rp 190,82 triliun. “Yang sudah ada jalan seperti biasa, yang baru kita hold dulu,” imbuhnya.

Kendati tidak menyalahi aturan, namun Fakhri menegaskan akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan tersebut. OJK akan melakukan penelitian yang akan dimulai pada minggu ini. Rencananya penelitian tersebut akan berlangsung selama tiga bulan. “Akhir tahun ini kami umumkan apa hasil dari penelitiannya,” kata dia.

Adapun sebelumnya OJK telah menghapus aturan mengenai batas maksimal kepemilikan reksa dana hanya sebesar 2%. Sehingga investor dengan skala besar ataupun kecil semuanya bisa masuk dalam portofolio reksadana.

Lebih lanjut Fakhri menyatakan akan berdiskusi dengan manajer investasi untuk mengkaji lebih dalam serta mengklarifikasi penyebab tingginya investor tunggal dalam portofolio reksa dana. “Hasil diskusinya menentukan apa yang akan OJK lakukan selanjutnya,” ungkap Fakhri.

Fakhri menegaskan, kebijakan yang diambil OJK merupakan dalam konteks pengawasan terhadap keberadaan jumlah reksa dana investor tunggal. “Ini konteksnya pengawasan, tidak bicara aturan,” tegasnya.

Menurut Fakhri penelitian yang dilakukan OJK selama tiga bulan tentunya tak menutup kemungkinan untuk OJK mengeluarkan kebijakan baru terkait hal ini. “Dalam tiga bulan kita lihat, policy  apa yang perlu dikeluarkan, seperti apa bentuknya kalau harus ada kebijakan baru,” tuturnya.

OJK mencatatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana hingga Agustus 2019 bertumbuh sebanyak 9,09% menjadi Rp 538,38 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp 493,5 triliun.

Penyumbang utama AUM berasal reksa dana saham dengan kontribusi senilai Rp 148,84 triliun. Nilai tersebut setara dengan 27,65% dari total AUM industri reksa dana hingga Agustus 2019. Uruta kedua adalah reksa dana terproteksi dengan sumbangan dana kelolaan Rp 148,06 triliun atau berkontribusi 27,5% terhadap total AUM. (c05)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA