Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Capital Market Summit & Expo 2019. Foto: Farid Firdaus

Capital Market Summit & Expo 2019. Foto: Farid Firdaus

OJK: Investasi Reksa Dana akan Makin Kompetitif

Thereis Love Kalla, Sabtu, 24 Agustus 2019 | 21:44 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto menyatakan bahwa investasi pada reksa dana akan semakin kompetitif, terlebih Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5%.

“Suku bunga turun dampaknya itu nanti kan ke harga obligasi, kalo obligasi nanti harganya lebih tinggi akan berpengaruh kepada reksa dana pendapatan tetap, atau reksa dana yang memiliki obligasi di dalamnya, harapannya nanti akan lebih kompetitif,” ujarnya seusai acara Capital Market Summit and Expo (CMSE), di Jakarta, Sabtu (24/8).

Adapun hingga 22 Agustus 2019 dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana mencapai Rp 541,66 triliun. Menurut Sujanto nilai tersebut ditopang oleh jumlah reksa dana saham yang mencapai Rp 140 triliun, reksa dana terproteksi Rp 137 triliun, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 108 triliun, dan reksa dana pasar uang sebesar Rp 60 triliun.

Sujanto menyatakan OJK sebagai regulator tak bisa memberikan target angka proyeksi AUM  hingga akhir tahun, namun dirinya tetap optimistis pencapaian tersebut akan terus naik. “Semoga saja stabil dan naik hingga akhir tahun,” kata dia.

Sementara itu jumlah investor reksa dana saat ini telah mencapai 1,4 juta. Menurut Sujanto, pertumbuhan tersebut didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan calon investor untuk membuka rekening efek secara online.

“Karena memang transaksi banyak di online walaupun kecil-kecil nilainya, tapi kan orang makin kesini makin tahu apa itu reksadana” imbuhnya.

OJK terus melakukan sosialisasi literasi keuangan ke berbagai kota untuk terus meningkatkan gairah masyarakat untuk berinvestasi di reksa dana. “Salah satu kegiatan sosialisasi tersebut yaitu melalui pelaksanaan CMSE ini,” tandasnya.

Selain itu, dalam menstimulus pertumbuhan investor reksa dana, OJK juga sedang mengkaji beberapa inovasi untuk menunjang kemudahan masyarakat dalam berinvestasi di reksa dana, salah satunya melalui transaksi virtual account.

“Ke depan kita menyesuaikan dengan pasar, ke depan kita akan diskusi dengan para pelaku pasar, dan uang elektronik masih kajian, semoga saja bisa cepat rampung,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur & CIO Fixed Income Manulife Asset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula menyatakan bahwa reksa dana pendapatan tetap bisa dicermati sebagai salah satu pilihan investasi, pasalnya berbagai sentimen positif  menghinggapi obligasi sebagai dampak pemangkasan suku bunga acuan oleh BI.

“Penurunan suku bunga yang disertai dengan kenaikan peringkat utang Indonesia yang konsisten dalam dua tahun terakhir membuat Indonesia menjadi destinasi investasi yang menarik, khususnya bagi pasar obligasi,” ujarnya.

Dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, Indonesia menawarkan real yield pasar obligasi yang cukup tinggi. MAMI memprediksi, hingga akhir tahun 2019, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun akan berada di kisaran 6,5% - 7,0%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN