Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

OJK: Pasar Modal Domestik Masih Relatif Stabil

Jumat, 31 Agustus 2018 | 13:13 WIB
Oleh Nida Sahara dan Hari Gunarto

Meski berada dalam tekanan tinggi, Wimboh menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia masih dalam kondisi solid dan terjaga. Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2018 menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Tingkat inflasi berada pada level yang terkendali.

“Selain itu, kinerja korporasi dalam negeri juga masih memadai, antara lain tercermin pada kinerja keuangan emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebagian besar mencatat perbaikan,” kata Wimboh.


 

OJK melihat pasar modal domestik masih relatif stabil. Per 30 Agustus 2018, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 5,3% sejak awal tahun (ytd). Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN), yield tenor jangka pendek, menengah, dan panjang meningkat masing-masing sebesar 128 bps, 162 bps, dan 122 bps. Pada periode tersebut, investor nonresiden mencatat net sell di di SBN sebesar Rp 8,2 triliun.


 

Adapun kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Juli 2018 secara umum masih bergerak positif. Kredit perbankan dan piutang pembiayaan masing-masing tumbuh sebesar 11,34% (year on year/yoy) dan 5,53% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (10,75% dan 5,18%).


 

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 6,89% (yoy). Premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi masing-masing mencatat pertumbuhan 23,6% dan 14,8%.


 

Di pasar modal, lanjut Wimboh, penghimpunan dana oleh korporasi pada periode Januari-Juli 2018 telah mencapai Rp 108 triliun, dengan emiten baru sebesar 35 perusahaan. “Total dana kelolaan investasi hingga akhir Juli 2018 telah mencapai Rp 717,6 triliun, meningkat 4,63% dibandingkan akhir tahun 2017,” tuturnya. (rw/hg)


 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/moneyandbanking/tiga-risiko-pasar-keuangan/179801

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN