Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana.

Reksa Dana.

OJK Perintahkan Pembubaran 6 Reksa Dana, Ini Kata Minna Padi Aset Manajemen

Jauhari Mahardhika, Minggu, 24 November 2019 | 20:07 WIB

JAKARTA, investor.id – Manajemen dan pemegang saham PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) menghormati hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). MPAM telah menerima surat dari OJK No S1422/PM.21/2019 pada 21 November, yang di antaranya memerintahkan MPAM untuk membubarkan dan melikuidasi enam produk reksa dana.

Enam produk tersebut adalah Minna Padi Pringgondani Saham, Minna Padi Pasopati Saham, Minna Padi Amanah Saham Syariah, Minna Padi Property Plus, Minna Padi Keraton II, dan Minna Padi Hastinapura Saham.

Direktur Utama MPAM Djajadi menyatakan, pihaknya berusaha untuk selalu kooperatif dalam menjalani proses pemeriksaan dan telah memberikan argumen-argumen terhadap temuan yang ada. Terkait temuan OJK tentang adanya janji imbal hasil yang diberikan, manajemen menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan kebijakan perusahaan dalam menjual produk reksa dana Minna Padi.

Sementara itu, adanya pemberitaan maupun informasi yang beredar di masyarakat bahwa terjadi gagal bayar adalah tidak benar. “Sebagai perusahaan manajer investasi yang dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk UU Pasar Modal, UU Perlindungan Konsumen, dan Peraturan OJK, MPAM memiliki kewajiban untuk menjalankan instruksi pembubaran yang diberikan oleh OJK, sehingga seluruh proses pencairan (redemption) sejak diterimanya surat tidak dapat dilakukan,” kata Djajadi dalam siaran pers, Minggu (24/11).

Mengenai proses pembubaran, MPAM tunduk kepada peraturan OJK No 23/POJK.04/2016 pasal 47 huruf a & b, yang mengatur mengenai pembubaran reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) karena instruksi OJK. MPAM akan mengumumkan rencana pembubaran reksa dana paling sedikit dalam satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat dua hari bursa sejak diperintahkan OJK.

Pada hari yang sama, pihaknya akan memberitahukan kepada bank kustodian untuk menghentikan perhitungan nilai aktiva bersih reksa dana, serta menginstruksikan kepada bank kustodian paling lambat dua hari bursa sejak diperintahkan OJK untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang unit penyertaan (UP). Perhitungannya dilakukan secara proporsional dari nilai aktiva bersih saat pembubaran, dan dana tersebut diterima pemegang unit penyertaan paling lambat tujuh hari bursa sejak selesainya proses likuidasi.

Lebih lanjut Djajadi menegaskan, MPAM akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya dalam melakukan proses pembubaran dengan tetap mengedepankan kepentingan investor. “Ke depan, MPAM akan melakukan langkah-langkah konsolidasi internal dan akan memastikan seluruh operasional pengelolaan perusahaan berjalan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA