Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memberikan pelayanan di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta. Foto:  Investor Daily/David Gita Roza

Karyawan memberikan pelayanan di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

OJK Siapkan Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024

Jumat, 14 Agustus 2020 | 21:04 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mempersiapkan strategi baru untuk roadmap pasar modal syariah dalam lima tahun mendatang (2020-2024). Hal ini dilakukan karena berakhirnya roadmap pasar modal syariah 2015-2019 dan meraih hasil yang memuaskan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, industri pasar modal syariah mempunyai pangsa pasar yang relatif masih kecil. Namun demikan, dari tahun ke tahun terus menunjukan pertumbuhan yang memuaskan. 

“Di tengah kondisi tersebut, industri pasar modal syariah perlu meningkatkan kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi secara cepat dan tepat agar terus tercipta akselerasi pertumbuhan industri,” ujar Hoesen dalam paparan roadmap pasar modal syariah 2020-2024, di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut dia, menyusun strategi yang menjadi arah kebijakan dalam merespon peluang dan tantangan di masa depan, menjadi suatu kebutuhan. Berdasarkan hal tersebut, OJK telah menuangkan strategi kebijakan ke dalam Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024.

Adapun strategi roadmap ini dalam lima tahun mendatang diarahkan pada, pengembangan produk pasar modal syariah, penguatan dan pengembangan infrastruktur pasar modal syariah, peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah, dan penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Sinergi 4 Arah

Arah Pertama, yakni pengembangan produk pasar modal syariah didukung oleh dua program utama, yaitu pengembangan produk pasar modal syariah berbasis Socially Responsible Investment (SRI) dan peningkatan ragam produk investasi pasar modal syariah.

“Kedua program tersebut akan dilaksanakan melalui beberapa rencana aksi, antara lain dengan mengembangkan produk investasi berwawasan lingkungan, mendorong implementasi sukuk korporasi ritel, dan memanfaatkan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber pendanaan infrastruktur dan industri halal,” ujar dia

Arah Kedua, didukung oleh tiga program utama, yakni penguatan pengaturan terkait pasar modal syariah, pemanfaatan teknologi finansial (tekfin) untuk mendukung pasar modal syariah, dan peningkatan peran dan kapasitas kelembagaan syariah di pasar modal.

Sementara itu, Arah Ketiga adalah peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah. Ini dikelompokkan menjadi dua program utama, yakni peningkatan pemahaman pelaku industri tentang pasar modal syariah dan literasi dan inklusi kepada masyarakat mengenai pasar modal syariah. 

“Sedangkan, Arah Keempat terkait penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, dengan dua program utama, yaitu sinergi dengan regulator dalam rangka harmonisasi kebijakan pasar modal syariah dan sinergi dengan Industri dan pihak terkait dalam rangka pengembangan industri halal,” tegas dia.

Program-program tersebut akan dilaksanakan melalui beberapa rencana aksi, antara lain melakukan sinergi dengan kementerian atau lembaga terkait, Self-Regulatory Organization (SRO), serta regulator perbankan syariah dan IKNB syariah, dan mendorong penggunaan instrumen pasar modal syariah dalam pendanaan industri halal.

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan industri pasar modal syariah di Indonesia mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari jumlah aset pasar modal syariah di Indonesia yang meningkat cukup pesat selama tahun 2015-2019. 

Pertumbuhan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 43,98%. Sementara itu, pertumbuhan sukuk korporasi dan sukuk negara masing-masing mencapai 201,31% dan 148,88%. Peningkatan pertumbuhan juga dialami oleh reksa dana syariah yang mencapai 387,66%. 

Sedangkan dari sisi market share, hingga akhir tahun 2019, kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 51,55% dari total kapitalisasi pasar saham dengan total nilai sebesar Rp 3.744,82 triliun. Market share reksa dana syariah sebesar Rp 53,74 triliun atau sebesar 9,91% dari total nilai aktiva bersih reksa dana.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN