Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.

Oke INA! Borong Terus Saham Mitratel (MTEL)

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:41 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Indonesia Investment Authority (INA) melalui PT Maleo Investasi mengantongi sebanyak 5,38% saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel per 31 Desember 2021. Kepemilikan saham INA sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia pada anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut bertambah.

“Pemegang efek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk yang berakhir pada 31 Desember 2021 adalah Telkom Indonesia sebanyak 60,02 miliar saham (71,86%), GIC Pte Ltd S/A sebanyak 4,73 miliar saham (5,66%), dan Maleo Investasi sebanyak 4,49 miliar saham (5,38%),” ungkap PT Datindo Entrycom selaku biro administrasi efek (BAE) dalam laporan terbaru, yang dikutip pada Jumat (14/1).

Baca juga: Mitratel (MTEL) akan Bagikan Dividen 70% Tahun ini

Sebelumnya, pada 21 Desember 2021, INA mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sebanyak 4,17 miliar (5%) saham Mitratel. Kepemilikan itu pun bertambah dari sebelumnya yang sebanyak 3,87 miliar saham (4,63%).

Baru-baru ini, INA juga memperoleh 8% saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pemerintah sebagai pemegang mayoritas saham Bank Mandiri mengalihkan sebanyak 3,7 miliar saham Seri B senilai Rp 22,67 triliun ke INA. Pemerintah juga mentransfer sebanyak 5,5 miliar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau setara 3,63% kepada INA senilai Rp 22,33 triliun.

Baca juga: 2022, Mitratel (MTEL) Bidik Kenaikan Laba Bersih Jadi Rp 1,6 Triliun

Pengalihan sebanyak 3,7 miliar saham BMRI milik pemerintah kepada INA tersebut dipatok pada harga sebesar Rp 6.073 per saham. Seiring dengan adanya transaksi pengalihan saham Seri B ini, maka porsi kepemilikan pemerintah pada Bank Mandiri berkurang dari semula 27,9 miliar saham atau setara 60% menjadi 24,2 miliar saham atau setara 52%.

Selain saham Bank Mandiri, pemerintah juga memindahkan sebanyak 5,5 miliar saham BRI atau setara 3,63% kepada INA pada harga Rp 4.061 per saham. Setelah transaksi, porsi kepemilikan saham pemerintah pada BRI berkurang menjadi 80,6 miliar saham atau setara 53,19% dari sebelumnya 86,1 miliar saham atau setara 56,82%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN