Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi PT Bank Capital Indonesia Tbk. (kiri ke kanan) Komisaris Independen Amrih Masjhuri, Komisaris Independen Maxen Bastian Nggadas, Direktur Utama Wahyu Dwi Aji, Direktur Roy Iskandar Kusuma Widjaya, Direktur Gatot Wahyu Djatmiko, dan Direktur Gunarto Hanafi, saat sesi foto pada paparan publik dan rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Kamis, (27/6). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Jajaran direksi PT Bank Capital Indonesia Tbk. (kiri ke kanan) Komisaris Independen Amrih Masjhuri, Komisaris Independen Maxen Bastian Nggadas, Direktur Utama Wahyu Dwi Aji, Direktur Roy Iskandar Kusuma Widjaya, Direktur Gatot Wahyu Djatmiko, dan Direktur Gunarto Hanafi, saat sesi foto pada paparan publik dan rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Kamis, (27/6). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Oktober, Bank Capital Gelar Rights Issue 20 Miliar Saham

Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:35 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menyetujui pelaksanaan aksi korporasi penawaran umum terbatas (PUT) IV melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 20 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100.

Aksi korporasi tersebut rencananya digelar bulan Oktober mendatang guna memperkuat struktur permodalan perseroan.

Untuk itu, Bank Capital memastikan akan melakukan penguatan modal guna memenuhi ketentuan modal inti Rp 2 triliun yang disyaratkan OJK tahun ini.

Hingga Juni 2021, Bank Capital memiliki modal inti Rp 1,51 triliun, naik dari posisi yang sama tahun lalu Rp 1,39 triliun.

Direktur Utama Bank Capital Indonesia Wahyu Dwi Aji mengatakan, dalam aspek pengembangan kanal layanan perbankan elektronik, Bank Capital saat ini sedang fokus pada beberapa langkah perubahan untuk meningkatkan kualitas layanan pada nasabah. Antara lain desain tampilan baru dan optimisasi kenyamanan pengguna dalam mengakses aplikasi Capital Mobile dan Capital Business Net, penambahan fitur pada aplikasi Capital Mobile dan Capital Business Net, dan peningkatan keamanan dan peremajaan perangkat keras serta perangkat lunak bank untuk mendukung volume transaksi yang meningkat pada kanal layanan perbankan elektronik.

“Lalu pembukaan akun baru secara online, transaksi kartu debit, transaksi QRIS, serta layanan payroll dan virtual akun manajemen untuk nasabah perusahaan,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8).

Terkait kinerja, Bank Capital mencatat laba bersih senilai Rp 11,60 miliar pada semester I-2021. Nilai itu turun 77,68% year on year (yoy) dibandingkan paruh pertama 2020 senilai Rp 51,98 miliar.

Kinerja keuangan ini terjadi karena penurunan pendapatan bunga 40,45% yoy dari Rp 773,23 miliar menjadi Rp 460,42 miliar. Sedangkan beban bunga naik 36,88% yoy dari Rp 510,89 miliar menjadi Rp 699,29 miliar pada kuartal II-2021.

Hal tersebut terjadi lantaran Bank Capital juga mencatat penurunan penyaluran kredit 34% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4,21 triliun per 30 Juni 2021.

Di sisi lain, jumlah simpanan dari nasabah meningkat 29% ytd menjadi Rp 21,13 triliun. Sehingga, jumlah aset naik dari Rp 20,22 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp 23,76 triliun per 30 Juni 2021.

Kendati demikian, perseroan optimistis, target yang telah ditetapkan bisa dicapai pada tahun ini. Bank Capital terus melakukan transformasi pengembangan digital yang telah ditetapkan pada tahun lalu.

Adapun pada akhir tahun ini, perseroan akan menggeser porsi kredit bagi segmen ritel dari hanya 10% menjadi 60%. Hal itu sejalan dengan posisi investor strategis yang akan masuk melalui gelaran rights issue nanti.

“Bagi perseroan, tahun 2020 merupakan tahun peluang dan inovasi. Karenanya, semangat dan optimisme tinggi terus dijaga melalui pengembangan infrastruktur pendukung bisnis berbasis teknologi digital serta meluncurkan berbagai terobosan pada produk dan layanan yang dimiliki terutama pada platform mobile banking dan internet banking,” ucap Wahyu.

Bank Capital merupakan salah satu dari tujuh bank yang mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi bank digital. Selain Bank Capital, ada juga PT Bank BCA Digital, PT BRI Agroniaga Tbk, PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Allo Bank Indonesia Tbk, PT Bank QNB Indonesia Tbk, dan PT KEB HanaBank.

Sementara, bank-bank yang telah menyatakan diri sebagai bank digital seperti Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW Bank UOB, Jado milik Bank Jago, MotionBanking dari MNC Bank, dan Bank Aladin.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN