Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia

Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia

Oneject Dapatkan Kontrak Ekspor 850 Juta Alat suntik ke UNICEF

Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:05 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id – PT Oneject Indonesia (Oneject), sister company PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), meraih kontrak ekspor alat suntik sekali pakai (auto disable syiringe/ADS) sebanyak 850 juta unit hingga tahun 2022. Ekspor akan dilakukan secara bertahap dengan target sebanyak 300 juta alat suntik tahun 2021.

Kontrak pembelian alat suntik tersebut berasal United Nations Children's Fund (UNICEF), yaitu lembaga bantuan kemanusiaan dan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, perseroan telah mendapatkan kontrak ekspor alat suntik sekali pakai kepada pemerintah Ukraina.

Direktur Utama Oneject Jahja Tear Tjahjana mengatakan, pengiriman perdana alat suntik kepada UNICEF ditargetkan 120 juta alat suntik dalam waktu dekat. Pengirimannya dilakukan bersamaan dengan pengiriman kepada Kementrian Kesehatan Ukraina sebanyak 30 juta alat suntik. Dengan demikian total ekspor mencapai 150 juta alat suntik senilai US$ 10,5 juta dalam waktu dekat.

“Pengiriman pesanan tahap pertama kepada UNICEF dan pemerintah Ukraina akan dilakukan secara bersamaan. Bahkan, kami berencana menggelar acara pelepasan ekspor tersebut dalam waktu dekat ini,” ujarnya melalui keterangan resmi diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (25/8).

Perseroan sebelumnya berhasil mengekspor alat suntik ADS ke sejumlah negara, seperti Italia, Jerman, Nepal, Kuba, Pakistan, Algeria, Kenya, Tanzania, dan Sri Lanka. Ekspor untuk lembaga internasional lainnya juga sudah dilakukan perseroan sejak tahun 2008.

Jahja menambahkan, perseroan tetap gencar membidik pasar luar negeri. Saat ini, perseroan sedang bernegosiasi dengan sejumlah negara di Afrika, Jerman, Kanada, Srilanka dan India, untuk pengadaan alat suntik.

Terkait pesanan alat suntik perseroan oleh UNICEF, menurut dia, sebagai momen penting bagi Oneject. Apalagi produk alat suntik ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%. Apalagi alat suntik ini nantinya dipasok ke berbagai negara berkembang untuk mendukung program vaksinasi global Covid-19.

Oneject merupakan produsen alat suntik pintar atau Smart Syringe, yang merupakan gabungan dari safety needle dan auto disable syringe. Sejumlah produk jarum suntik yang diproduksi, yaitu Auto Disable Syringe, Smart Syringe, Safety Needle, Disposable Syringe, dan Disposable Needle. Produk-produk alat suntik Oneject tersebut sudah mendapat rekomendasi dari badan kesehatan dunia yaitu World Health Organization (WHO).

Tambah Kapasitas

Jahja mengatakan, Oneject menargetkan penyelesaikan pembangunan pabrik barunya dengan kapasitas 900 juta. Pabrik tersebut nantinya akan menjadikan kapasitas produksi perseroan bertambah menjadi 1,2 miliar alat suntik ADS dan safety needle.

Penambahan kapasitas tersebut sejalan dengan tingginya permintaan jarum suntik sekali pakai setelah pandemi Covid-19. Berdasarkan data WHO, dengan pandemi Covid-19 ini, diperkirakan ada penambahan permintaan jarum suntik sekitar 8-10 miliar di seluruh dunia.

“Dengan kapasitas sebesar 1,2 miliar alat suntik ADS dan safety needle per tahun, Oneject memastikan bahwa kebutuhan alat suntik untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan untuk kebutuhan lainnya terpenuhi. Bahkan, perseroan bisa meningkatkan ekspor alat kesehatan,” terangnya.

Dia menambahkan, perseroan juga berniat kembali untuk menambah kapasitas produksi jarum suntik secara bertahap menjadi 2 miliar alat suntik tahun 2022. “Penambahan kapasitas produksi hanya dengan menambah jumlah line mesin saja, karena bangunan pabrik baru saat ini sudah mengakomodasi untuk rencana penambahan tersebut, termasuk untuk produksi alat kesehatan lainnya” ungkapnya.

Pabrik baru Oneject tersebut berlokasi di Cikarang dengan luas bangunan mencapai 15.000 m2. Selainpusat produksi alat suntik, pabrik ini dikonsep sebagai area produksi Original Equipment Manufacturer (OEM), seperti produksi lokal alat swab antigent Panbio/ Bioquick Covid -19 keluaran Global Abbott Laboratories. Produksi lokal dilakukan dengan mengandeng Itama Ranoraya.

“Pabrik Oneject, baik di Cikarang maupun di Sentul akan menjadi pusat produksi alat kesehatan yang memiliki orientasi pemenuhan TKDN, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di sektor kesehatan domestik, tetapi pasar global. Kami berharap kontribusi ini dapat mendukung program kemandirian alat kesehatan nasional yang sedang dikerjakan Pemerintah”, tutup Jahja.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN