Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pandu Sjahrir. (Ist)

Pandu Sjahrir. (Ist)

Pandu Sjahrir Ingatkan Perusahaan Teknologi Bangun Tata Kelola yang Sehat

Rabu, 30 Nov 2022 | 21:00 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir mengingatkan perusahaan rintisan di bidang teknologi untuk semakin serius dalam mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik atau good governance. Karena jika tidak dioptimalkan dengan baik, akan berpengaruh kepada valuasi perusahaan itu sendiri.

“Saya senang melihat fundamental perusahaan-perusahaan teknologi yang besar sudah back to basic, back to fundamental. Itu lebih bagus dibanding tahun lalu. Jadi gak ada lagi bahasa ‘bakar uang’ karena investor menginginkan untuk menjaga fundamental bisnis, arus kas, dan pengaturan perusahaan yang baik,” tutur Pandu saat menghadiri acara Indonesia Digital Leaders Summit 2022, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Mantap! Indika (INDY) Cetak Pendapatan US$ 3,13 Miliar, Labanya Naik Drastis

Menurut Pandu, sudah banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan teknologi yang bangkrut karena tata kelola perusahaan yang tidak baik. Investor seperti dirinya telah berulang kali mengingatkan agar perusahaan teknologi, baik skala besar maupun start-up, memiliki laporan keuangan dan audit internal yang baik.

Advertisement

”Valuasi perusahaan bisa turun jika good governance jelek. Perusahaan publik teknologi di global dapat mengalaminya. Ada, kok, yang mengalami penurunan valuasi 50-70 persen,” ujarnya.

Kondisi fundamental perekonomian Indonesia, lanjut Pandu, masih positif dan harapannya tahun depan tidak terkena resesi. Sejumlah perusahaan teknologi di Indonesia sekarang juga masih ada yang mampu meraih pertumbuhan pendapatan 50 persen meski mereka tidak melakukan aksi ‘bakar uang’.

”Dulu, ada perusahaan teknologi meraih pertumbuhan tinggi setelah ’bakar uang’. Sekarang dan ke depan, kami harap tidak begitu,” ujar Pandu yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) periode 2021-2025.

Lebih jauh, Pandu mengatakan bahwa potensi ekosistem start-up di Indonesia masih besar. AC Ventures menyiapkan modal hingga US$ 250 juta untuk melakukan investasi di perusahaan early stage. Sementara Indies Capital, di mana Pandu juga menjabat sebagai managing partner, menyiapkan sekitar US$ 200 juta untuk late stage.

Baca juga: Edwin Soeryadjaya Borong Saham Saratoga (SRTG)

Meski demikian, Pandu menekankan bahwa investasi ke depan perlu untuk sungguh-sungguh memperhatikan masalah lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance). Karena studi yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan ESG telah secara dominan berdampak positif terhadap pengembalian ekuitas.

“Segmen yang akan diinvestasikan saya suka seperti e-commerce, fintech, e-commerce, logistik, tapi memang harus ada ESG element karena itu jadi sangat penting untuk masuk perusahaan Tbk, apalagi kalau yang udah late stage,” tutupnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com