Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Pandu Sjahrir Masuk ke 'Blank Check Company'

Rabu, 20 Januari 2021 | 23:01 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pandu Sjahrir dikabarkan bakal masuk ke dewan komisaris special purpose acquisition company (SPAC) baru milik perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), Crescent Cove Advisors. SPAC atau blank check company tersebut akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan tercatat di Nasdaq, AS, dengan target perolehan dana sebesar US$ 200 juta.

Berdasarkan laporan Business Times, Selasa (19/1), SPAC milik Crescent Cove Advisors itu tengah membidik perusahaan teknologi di Asia Tenggara untuk diakuisisi. Selain Pandu, sejumlah profesional dikabarkan ikut berinvestasi pada SPAC tersebut. Mereka adalah Co-founder Value Partners Yeh V-Nee dan CEO Luminar Technologies Austin Russell.

Saat dikonfirmasi, Pandu belum dapat menjelaskan lebih detail soal bergabungnya dia di SPAC. “Kami lagi quiet period ikut aturan United States Securities and Exchange Commission (SEC),” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (20/1).

Seperti diketahui, rekam jejak Pandu cukup panjang dalam dunia investasi dan modal ventura khsususnya untuk perusahaan teknologi. Pria yang menjadi komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) itu juga tercatat pada jajaran dewan komisaris Gojek dan Sea Group hingga menduduki kursi managing director Indies Capital Partners.

Sebelumnya, Pandu sempat menyampaikan misinya untuk mengajak lebih banyak perusahaan start-up dan teknologi masuk ke bursa. “Saya ingin menggandeng perusahaan-perusahaan start-up dan teknologi untuk bisa menjadi emiten di pasar modal kita,” terang dia.

Pandu berpendapat, setidaknya ada tiga tantangan bagi perusahaan  rintisan besar melantai di BEI. Pertama, mayoritas start-up bervaluasi jumbo punya struktur pemegang saham yang berkelompok seperti founder shares. Selanjutnya, sejumlah perusahaan masih membukukan rugi jika dicermati dari segi profitabilitas. Terakhir, peluang saham start-up masuk ke indeks LQ45 terbilang kecil.

Fenomena SPAC

Kehadiran SPAC milik Crescent Cove Advisors yang berencana mengakuisisi perusahaan di Asia Tenggara akan menambah daftar SPAC yang telah lebih dahulu IPO pada Januari ini.

Provident Acquisition Corp, special purpose acquisition company (SPAC) yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), baru saja menyelesaikan IPO saham dan tercatat di Nasdaq, AS. SPAC ini meraih dana segar US$ 230 juta dari IPO.

Provident Acquisition melepas 23 juta unit dengan harga US$ 10 per unit. Jumlah ini termasuk 3 juta unit yang dijual dari porsi penjatahan berlebih penjamin emisi (underwriter). Unit-unit tersebut mulai diperdagangkan dengan kode PAQCU di Nasdaq pada 8 Januari 2021. Pihak yang bertindak sebagai sole bookrunner adalah Citigroup Global Markets Inc.

IPO ini tercatat melibatkan sejumlah anchor investor, antara lain WF Asian Reconnaissance Fund Ltd (Ward Ferry), PT Nugraha Eka Kencana yang merupakan anak usaha Saratoga Investama, dan Aventis Star Investment Ltd yang terafiliasi dengan Provident Group.

Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengatakan, pihaknya berpartisipasi dalam IPO Provident Acquisition karena yakin akan kemampuan manajemen sebagai SPAC dalam mengindentifikasi dan mengakuisisi perusahaan yang menjadi target.

“Ini pertama kalinya Saratoga berpartisipasi dalam IPO SPAC,” kata Devin kepada Investor Daily. Tahun ini, menurut dia, perseroan mengalokasikan anggaran investasi sekitar US$ 50-100 juta untuk dikucurkan kepada perusahaan-perusahaan potensial.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN