Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Panen Laba berlanjut, Sawit Sumbermas Siap Cetak Rekor

Jumat, 16 April 2021 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Prospek kinerja keuangan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) masih cerah, seiring tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang diprediksi berlanjut.

Tahun ini, perseroan diperkirakan kembali mencetak lonjakan laba. Dengan demikian, perseroan bisa memangkas utang untuk menekan beban bunga. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengungkapkan, tren kenaikan rata-rata harga jual dan volume produksi CPO bakal menjaga kontinuitas pertumbuhan kinerja

Sawit Sumbermas tahun ini. Dia merevisi naik ratarata harga jual CPO perseroan tahun ini menjadi 3.200 ringgit Malaysia per ton dibandingkan asumsi semula sebesar 2.900 ringgit Malaysia per ton. Angka tersebut setara dengan Rp 8.800 per kilogram (kg).

“Ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual CPO akan membuat laba bersih Sawit Sumbermas tahun ini mencapai rekor baru sebesar Rp 825,1 miliar atau naik 43,1% dari perolehan tahun lalu,” tulis Andreas dalam risetnya.

Harga saham SSMS sejak pencatatan perdana
Harga saham SSMS sejak pencatatan perdana

Begitu juga dengan volume produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO perseroan diperkirakan meningkat, karena didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik tahun ini. Produksi CPO perseroan diperkirakan meningkat 12,7% tahun ini. Peningkatan tersebut ditambah dengan kenaikan harga jual berpotensi membuat laba bersih menjadi Rp 825,1 miliar.

Kas internal perseroan juga diperkirakan melonjak, seiring berlanjutnya penguatan kinerja keuangan. Penguatan kas internal tersebut memudahkan perseroan untuk memangkas utang jangka pendek, pinjaman berjangka, dan obligasi global bersamaan dengan pembagian dividen dengan rasio 30%.

Hal ini akan berdampak terhadap penurunan beban keuangan. Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham SSMS dari Rp 1.850 menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih Sawit Sumbermas menjadi Rp 825 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 577 miliar.

Produksi CPO Sawit Sumbermas
Produksi CPO Sawit Sumbermas

Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 4,01 triliun menjadi Rp 4,77 triliun. Mengenai realisasi kinerja tahun 2020, menurut Andreas, penjualan perseroan yang senilai Rp 4 triliun sudah sesuai dengan harapan BRI Danareksa Sekuritas dan melampaui konsensus analis.

Perseroan juga menunjukkan peningkatan seluruh margin keuntungan yang ditopang oleh lonjakan harga jual CPO.

Peningkatan penjualan bersamaan dengan pertumbuhan margin keuntungan membuat laba bersih perseroan melonjak dari Rp 12 miliar menjadi Rp 577 miliar. Raihan tersebut setara dengan 173,3% dari konsensus analis dan 110,8% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas.

Sebelumnya, Sawit Sumbermas menargetkan produksi CPO tahun ini meningkat sebesar 15% dan laba bersih diharapkan mencapai Rp 500 miliar.

Kinerja Keuangan Sawit Sumbermas
Kinerja Keuangan Sawit Sumbermas

Sekretaris Perusahaan Sawit Sumbermas Swasti Kartikaningtyas menjelaskan, guna mencapai target tersebut, perseroan akan memanfaatkan tren kenaikan harga CPO dengan intensif melakukan pemupukan dan perawatan tanaman.

“Selain itu, operasional pabrik tidak pernah kami kurangi selama pandemi. Hal ini dilakukan agar perseroan tidak kehilangan momentum,” jelasnya.

Swasti menambahkan, perseroan menyiapkan belanja bemodal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 300 miliar tahun ini, dengan rincian penggunaan sekitar 85% untuk perawatan dan pemupukan dan sisanya yakni 15% untuk keperluan penanaman. Capex tersebut bersumber dari kas internal..

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN