Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Pangkas Keuntungan Awal, Emas Berjangka Ditutup Turun US$ 0,6

Gora Kunjana, Jumat, 28 Februari 2020 | 08:05 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas berakhir sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor merealisasikan keuntungan setelah harga naik lebih dari satu persen di awal sesi seiring meningkatnya kekhawatiran tentang bagaimana wabah Virus Korona dapat membahayakan ekonomi global.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di bursa Comex kehilangan US$ 0,6 atau 0,04%, menjadi ditutup pada US$ 1,642,5 per ounce. Penurunan sesi ketiga berturut-turut, tetapi emas berjangka rebound selama perdagangan elektronik berikutnya karena pasar saham turun tajam.

Sementara di pasar spot, harga emas naik 0,4% menjadi diperdagangkan di US$ 1.645,59 per ounce pada pukul 14.20 waktu setempat (19.20 GMT). Harga telah mundur sejak mencapai puncak tujuh tahun di US$ 1.688,66 pada Senin (24/2/2020).

"Banyak dari reli baru-baru ini disebabkan oleh arus safe haven yang bisa sangat cepat dan sangat sulit untuk diserap jika sentimen bergeser," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

"Semua orang telah membeli emas dan ingin menjual dan itu menjaga emas dari reli lebih lanjut meskipun faktanya ekuitas terus dijual."

Investor yang melarikan diri dari risiko membuang saham-saham, dengan indeks utama Wall Street anjlok untuk sesi keenam beruntun, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai rekor terendah.

“Tidak ada yang tahu apa dampak (dari Virus Korona) nantinya. Ini jelas mengurangi kegiatan ekonomi di banyak bagian dunia," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Sebagai tanggapan, bank-bank sentral global "akan lebih cenderung mengakomodasi hal-hal dengan suku bunga yang lebih rendah dan meningkatkan pembelian obligasi untuk meningkatkan likuiditas. Mereka akan melakukan apa pun yang mereka butuhkan untuk meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ini."

Pasar uang sekarang menetapkan perkiraan pemotongan penuh satu 25 basis poin dalam suku bunga bank sentral AS pada April dan tiga pada Maret 2021. Bank-bank sentral utama lainnya juga diperkirakan akan memangkas suku bunga.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi potensi kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas akan mengincar level US$ 1.700 per ounce selama beberapa minggu ke depan karena wabah Virus Korona semakin memburuk," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Infeksi Virus Korona baru di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir melampaui infeksi di daratan Tiongkok, untuk pertama kalinya. Vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk berkembang.

Pada Kamis (27/2/2020), Tiongkok melaporkan peningkatan kasus virus baru pada 26 Februari dari hari sebelumnya.

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 1,4% pada US$ 2.828,61, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.847,50 per ounce di awal sesi.

Nornickel, produsen paladium terbesar di dunia, mengatakan mereka memperkirakan defisit di pasar paladium global sebesar 0,9 juta ounce pada 2020.

Platinum turun 0,8% menjadi US$ 903,26, setelah menyentuh level terendah sejak Desember, sementara perak turun 0,7% menjadi US$ 17,76 per ounce.

Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei turun 17,9 sen atau satu persen, menjadi ditutup pada US$ 17,735 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 9,3 atau 1,02%, menjadi US$ 905,5 per ounce.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN