Menu
Sign in
@ Contact
Search
Proyek tol Waskita Karya (WSKT). (Ilustrasi/Perseroan)

Proyek tol Waskita Karya (WSKT). (Ilustrasi/Perseroan)

Pangkas Utang Rp 23 Triliun, Waskita (WSKT) Akan Lepas 5 Ruas Tol

Senin, 14 Nov 2022 | 19:57 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan mendivestasi lima ruas tol untuk memangkas utang perseroan sebesar Rp 23 triliun hingga 2025.

Kelima ruas tol tersebut yaitu ruas Tol Pemalang-Batang (39 km) dengan porsi kepemilikan 60%, Depok-Antasari (22 km) kepemilikan 18,20%, Pasuruan-Probolinggo (44 km) kepemilikan hampir 100%, Bekasi-Cawang-Kp Melayu (16 km) kepemilikan 71,80%, dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar (38 km) kepemilikan hampir 100% atau Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60 km) dengan porsi kepemilikan 16%.

"Kami proyeksikan terjadi dekonsolidasi utang perseroan bisa sampai Rp 23 triliun. Dari 2021 sampai saat ini, kami telah berhasil melakukan dekonsilidasi utang sekitar Rp 18 triliun, sehingga sangat berdampak pada penurunan leverage Waskita secara kinerja keuangan," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Wiwi Suprihatno dalam paparan publik perseroan, Senin (14/11/2022).

Baca juga: Selain Rights Issue, Waskita Karya (WSKT) Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,9 T

Advertisement

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim sampai September 2022, Waskita memiliki total liabilitas sebesar Rp 82,4 triliun yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 19,9 triliun dan jangka panjang Rp 62,4 triliun. Dengan asumsi pengurangan sebesar Rp 23 triliun, utang perseroan dipastikan menyusut menjadi Rp 59 triliun.

Wiwi menegaskan, perseroan berkomitmen penuh untuk terus menurunkan total utang. Ini terlihat dari ekuitas Waskita yang berangsur-angsur membaik berkat perolehan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue di 2021 dan 2022. Total ekuitas WSKT sampai kuartal III-2022 meningkat 13,18% menjadi Rp 17,4 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 15,4 triliun.

"Kami memproyeksikan pada tahun ini level debt equity ratio (DER) perseroan di kisaran 2 kali sampai 3 kali. Ke depannya, diharapkan DER kami juga semakin membaik di level 1 kali sampai 2 kali," tambah Wiwi.

Baca juga: Perkembangan Terkini soal Rights Issue Waskita (WSKT)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Septiawan Andri Purwanto mengatakan, WSKT saat ini memiliki 12 ruas tol yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Dari total ruas tol tersebut, perseroan berencana melepas porsi kepemilikannya di lima ruas jalan tol sampai 2025, dan dua ruas tol lain dipertimbangkan sebagai ruas prioritas yang akan didivestasi.

"Jadi ada lima ruas tol yang kami akan didivestasi sampai 2025," ujar dia.

Septiawan mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi internal, ruas Tol Cisumdawu dan ruas KLBM kemungkinan belum akan didivestasi karena belum layak. Karena itu, perseroan mempertimbangkan untuk melepas Tol Cimanggis-Cilincing (25 km) dengan porsi kepemilikan 35% dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) (54 km) porsi kepemilikan hampir 100%.

Baca juga: Menang Tender Lagi, Waskita (WSKT) Tambah Kontrak IKN Jadi Rp 2,5 Triliun

"Kami akan melepas sisa kepemilikan 35% di Cimanggis-Cibitung yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Kemudian di Bocimi juga sudah partially operated," ungkap Septiawan.

Membaik

Septiawan optimistis, kinerja perseroan bakal semakin membaik ke depannya. Keyakinan itu salah satunya didukung oleh lalu lintas harian (LHR) tol kelolaan perseroan yang sudah mulai kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Ini akan mempermudah kami dalam melakukan strategic pertnership bersama investor lain. Termasuk memberikan keyakinan kepada calon-calon investor potensial terkait hal tersebut," kata Septiawan.

Baca juga: Rekor! Laba Bersih Wika Beton (WTON) Melejit 76,34%

Selain itu, dirinya juga meyakini, proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal menjadi katalis positif yang dapat mendongkrak kinerja perseroan ke depan. Dengan komposisi pendanaan 20% bersumber dari APBN dan 80% swasta serta BUMN, perseroan sudah on the track melakukan penjajakan terkait potensi pasar di megaproyek tersebut.

"Dalam beberapa kesempatan, kami sudah bertemu dengan calon investor yang berminat untuk mengembangkan atau berinvestasi di IKN dengan skema KPBU. Mudah-mudahan dapat terlihat hasilnya pada tahun depan," ungkap dia.

Sampai November 2022, Septiawan menyebut, Waskita telah berhasil mendapatkan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 13,3 triliun. Di luar itu, emiten konstruksi pelat merah ini juga masih menunggu proses penunjukan dan penandatanganan kontrak sebesar Rp 800 miliar.

Baca juga: ADHI Serap Dana Rp 2,6 Triliun dari Rights Issue

Selebihnya, perseroan sedang mengikuti tender proyek senilai kurang lebih Rp 25 triliun yang keputusan pemenangnya bakal diumumkan pada akhir 2022.

"Dengan asumsi winning rate kami sebesar 26%, anggaplah 25% winning rate, dari Rp 25 triliun tadi berarti sekitar Rp 6 triliun lagi yang bisa diharapkan untuk menambah NKB tahun ini. Kami juga sedang berproses untuk kontrak di luar negeri yang pada saatnya nanti akan dipublikasikan. Sehingga NKB Rp 24 triliun sampai Rp 25 triliun diharapkan bisa kami peroleh sampai akhir tahun ini," pungkas Septiawan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com