Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Gora Kunjana

PARA ELITE BANGSA HARUS CIPTAKAN KESEJUKAN

Para Pelaku Pasar Tak Khawatirkan Situasi Politik

Farid Firdaus dan Novy Lumanauw, Selasa, 21 Mei 2019 | 08:02 WIB

JAKARTA – Para pengusaha sektor riil dan pelaku pasar finansial tidak mengkhawatirkan aksi demo menolak hasil pemilu. Mereka yakin Polri dan TNI bisa menguasai keadaan. Namun, mereka mengimbau para tokoh masyarakat tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu konflik horizontal.

Sementara itu, di tengah meningkatnya kembali suhu politik menjelang pengumuman hasil pemilu pada Rabu (22/5) besok, investor di pasar saham justru mengabaikan isu aksi demo 22 Mei.

Hal itu tercermin pada rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Memasuki awal pekan (Senin, 20/5), IHSG menguat 80,25 poin (1,37%) ke level 5.907,12, setelah terkoreksi hingga 6% sepanjang pekan lalu.

Meski cenderung bersifat technical rebound, penguatan IHSG kemarin mendorong optimisme baru bahwa investor di dalam negeri memilih bertahan di pasar saham dan mengabaikan isu demo 22 Mei. Ketika investor asing melepas saham hingga membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 642,8 miliar, para investor domestik malah agresif memborong saham.

Kendati demikian, sentimen negatif masih mewarnai pasar valas, Berdasarkan kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin melemah ke level Rp 14.478 per dolar AS dibandingkan hari perdagangan Jumat (17/5) pekan lalu di posisi Rp 14.469 per dolar AS.

Tak Perlu Panik

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, penurunan tajam yang dialami IHSG dalam dua pekan terakhir belum masuk kategori kejadian luar biasa. Namun di sisi lain, BEI menyiapkan strategi protokol krisis apabila dalam satu hari IHSG anjlok signifikan.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA