Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu aktivitas Adaro. Foto: Defrizal

Salah satu aktivitas Adaro. Foto: Defrizal

Pasar Batubara Fluktuatif, Adaro Tetap Cetak Lonjakan Laba

Gita Rossiana, Jumat, 23 Agustus 2019 | 22:25 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 321 juta pada semester I-2019. Laba tersebut meningkat 44% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 224 juta.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, perusahaan tetap mencatat hasil yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan pasar batubara yang fluktuatif.

"Di tengah tantangan makro dan ketidakpastian pasar batubara global, kami masih optimis terhadap fundamental pasar batubara di jangka panjang. Model bisnis kami terbukti tangguh dalam menghadapi siklikalitas industri ini dan memungkinkan perusahaan untuk mengelola pasar di jangka pendek," jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (23/8).

Adapun laba tersebut dikontribusi dari pendapatan usaha yang meningkat 10% dari US$ 1,61 miliar pada semester I-2018 menjadi US$ 1,77 miliar pada semester I-2019. Peningkatan pendapatan usaha disebabkan oleh peningkatan produksi Adaro Energy sebesar 18% menjadi 28,47 juta ton dan peningkatan volume penjualan batubara sebesar 21% menjadi 28,77 juta ton.

Dilihat dari segmen usaha, pendapatan tersebut paling banyak dikontribusi dari lini perdagangan dan pertambangan batubara yang mencapai US$ 1,63 miliar atau meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, dikontribusi dari jasa pertambangan dengan pendapatan sebesar US$ 103 juta serta usaha lainnya sebesar US$ 37 juta.

Dari sisi penjualan, penjualan ke Asia Tenggara masih mendominasi volume penjualan Adaro Energy yang mencapai 28,77 juta ton. Kontribusi penjualan dari Asia Tenggara mencapai 39%. Disusul kemudian penjualan dari Asia Timur sebesar 28%, Tiongkok 15%, India 13% dan negara lainnya.

Selain dari pendapatan usaha, laba perusahaan juga dipengaruhi oleh beban pokok pendapatan yang meningkat 8% menjadi US$ 1,2 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan volume, harga bahan bakar minyak (BBM), maupun pembayaran royalti kepada pemerintah.

"Biaya BBM naik 10% seiring peningkatan konsumsi BBM akibat peningkatan volume produksi dan pengupasan lapisan penutup dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tutur Garibaldi.

Lebih lanjut, aset perseroan meningkat 5% menjadi US$ 7,15 miliar pada semester I-2019. Aset lancar tercatat menurun 9% menjadi US$ 1,54 miliar karena penurunan saldo kas sebesar 15%. Sementara aset non lancar meningkat lebih tinggi, yakni 10% menjadi US$ 5,61 miliar karena kenaikan investasi pada entitas asosiasi maupun aset tetap.

Liabilitas perseroan juga meningkat 4% menjadi US$ 2,71 miliar. Peningkatan ini disebabkan peningkatan liabilitas lancar sebesar 34% menjadi US$ 1,04 miliar. Sedangkan liabilitas non-lancar menurun 9% menjadi US$ 1,67 miliar karena beberapa pinjaman bank yang mendekati jatuh tempo.

Adaro Energy sejauh ini memiliki empat anak usaha. Pertama adalah Adaro Mining yang memproduksi batubara dan memiliki tujuh anak usaha. Selanjutnya adalah Adaro Services yang juga mendukung produksi batubara dengan empat anak usaha. Kemudian ada Adaro Logistics dan Adaro Power.

Sebelumnya, Adaro Capital Ltd memberi pinjaman sebesar US$ 100 juta kepada PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Untuk itu, Trada menjaminkan 100% saham anak usahanya, PT Gunung Bara Utama, kepada perusahaan investasi milik Adaro Energy tersebut.

Pinjaman dari Adaro bertenor empat tahun dengan bunga 12% per tahun. Trada akan menggunakan pinjaman tersebut untuk menopang pengembangan usaha perseroan, terutama belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja (general purpose).

Sebelum pendanaan ini, Trada Alam telah menjalin kerja sama dengan anak usaha Adaro Energy, yaitu PT Alam Tri Abadi. Kesepakatan itu berkaitan dengan kerja sama pengembangan logistik dan infrastruktur pertambangan di Kalimantan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN