Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk.

Tower milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk.

Pasar Kian Kompetitif, Pendapatan Emiten Menara Milik Grup Djarum (TOWR) Tetap Menjulang?

Jumat, 6 Mei 2022 | 23:33 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum, menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 18% menjadi Rp 10,5 triliun dibandingkan realisasi tahun 2021 yang sebesar Rp 8,6 triliun.

Adapun EBITDA ditargetkan mencapai Rp 9 triliun, naik 21,6% dari Rp 7,4 triliun. Untuk merealisasikan target tersebut, Sarana Menara bakal melakukan diversifikasi untuk memperkuat sekaligus menumbuhkan bisnisnya.

“Kami terus memfokuskan pengembangan bisnis dengan berpedoman pada tata kelola perusahaan yang baik,” tulis Komisaris Utama Sarana Menara Nusantara Tonny Kusnadi dalam laporan tahunan perseroan, yang dikutip pada Jumat (6/5/2022).

Adapun beberapa pelanggan TOWR di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Hutchison 3 Indonesia, PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Baca juga: Duh, Laba Bersih Avian (AVIA) Tergerus...

Saat ini, perseroan melalui beberapa anak usahanya seperti PT Protelindo Menara Permata, iForte, dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) juga sudah dikenal dengan jaringan menara yang luas, jaringan fiber optic cable, dan VSAT yang luas, yang menghasilkan arus kas yang kuat. Melalui keunggulan tersebut, memungkinkan bagi perseroan untuk memperkuat posisinya di industri infrastruktur telekomunikasi Indonesia.

Industri infrastruktur telekomunikasi tengah berada dalam pasar yang kompetitif dan menghadapi tekanan harga pada industri penyewaan menara seiring hadirnya PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Kemudian, ada penyedia menara independen lainnya seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT).

Meski begitu, pemahaman terhadap kebutuhan industri dan pelanggan merupakan kunci keberhasilan perseroan hingga saat ini. Terlebih, menara TOWR juga sedang berada pada posisi yang baik dan memiliki kapasitas untuk menangkap penyewa kolokasi dalam jumlah besar.

Terbukti, sepanjang tahun 2021, TOWR mampu mencatatkan pertumbuhan positif, meski masih di tengah pandemi Covid-19. “Kami menutup tahun 2021 dengan memiliki lebih dari 28.000 tower, hampir 54.000 tenant, lebih dari 70.000 km kabel serat optik yang menghasilkan pendapatan, serta lebih dari 9.000 koneksi broadband, sehingga menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16%, pertumbuhan EBITDA sebesar 16,1% dan pertumbuhan laba bersih sebesar 20,8%,” jelas Tonny.

Seperti diketahui, pada tahun 2021, TOWR berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 8,6 triliun, meningkat 13,6% dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 7,4 triliun.

Baca juga: Selain Adaro Minerals (ADMR), Banyak juga Saham yang Naik Berlipat-lipat

Meningkatnya pendapatan perseroan pada tahun 2021 turut mendorong kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 17,2% atau naik dua digit menjadi Rp 3,4 triliun ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,8 triliun.

Tonny meyakini, peristiwa-peristiwa yang menyebabkan terjadinya konsolidasi dalam bisnis telekomunikasi dan bisnis tower seperti langkah TOWR mengakuisisi PT Sarana Tunas Pratama Tbk akan membuat kondisi industri menjadi lebih efisien dan menciptakan persaingan yang lebih sehat.

Apalagi, pemerintah juga mendukung agar teknologi digital dapat dinikmati di seluruh Indonesia dengan meminta para operator untuk memperluas jaringan 4G ke seluruh pelosok nusantara. “Kami bekerja sama dengan para operator agar mereka dapat mengembangkan layanan telekomunikasi ke tempat-tempat terpencil dan membantu Indonesia mencapai tujuan tersebut,” tutupnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN