Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Pasar Kripto Jatuh Lebih Dalam Imbas Efek Domino FTX

Senin, 21 Nov 2022 | 13:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar kripto pekan ini tampak makin suram. Terpantau pada Senin (21/11/2022), sejumlah aset kripto big cap masih terjebak di zona merah.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, pasar kripto menunjukkan performa semakin melemah imbas dari keruntuhan FTX yang mulai terasa di beberapa perusahaan. “Di samping itu, hacker FTX mengubah 25 ribu ETH menjadi BTC, membuat harga Ethereum semakin tenggelam dan alami penurunan yang signifikan,” kata Afid, Senin (21/11/2022).

Menurut Afid, nilai Bitcoin terus merosot lebih dari 3%, tetapi masih bertahan di atas level support US$ 16 ribu. Sementara, Ethereum turun lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ETH berpengaruh dari hacker FTX yang menjual ETH dalam jumlah yang besar, hingga membuat investor ritel panik.

Baca juga: Membaca Potensi Pasar Kripto Selama Gelaran Piala Dunia

Advertisement

“Investor harus mempersiapkan diri untuk hari-hari yang sulit ke depan. Efek domino dari bangkrutnya FTX mulai terasa. Beberapa perusahaan di industri kripto perlahan mulai terkena dampaknya, bahkan sebagian menyerah pada keadaan saat ini dan menyatakan bangkrut,” jelas Afid.

Afid menambahkan, AAX yang merupakan exchange kripto dengan skala lebih kecil dari FTX melakukan penangguhan penarikan. Tidak hanya AAX, Gemini yang termasuk sepuluh besar bursa sentral versi Coinpasarcap sempat menunda penarikan di program earn-nya akibat imbas dari pengangguhan penarikan yang dilakukan oleh Genesis.

“Selain berita negatif dari beberapa perusahaan tersebut, investor masih dihantui akan adanya likudasi besar-besaran sebagai dampak dari kondisi saat ini,” papar Afid.

Baca juga:  Likuiditas Kripto Meningkat Pasca Kenaikan Saham-saham AS

Data on-chain dari Cryptoquant menunjukan adanya arus masuk (inflow) dengan jumlah yang sangat tinggi masuk ke dalam bursa sentral. Tercatat sebanyak 179.719 Bitcoin dipindahkan dari wallet eksternal menuju wallet exchange.

Lebih lanjut Afid memaparkan, lesunya pasar sebagian besar dipengaruhi oleh volume perdagangan yang kurang mendorong, terlihat total market cap kembali ditutup merah kembali di bawah US$ 800 miliar.

“Sentimen negatif masih dirasakan pelaku pasar kripto. Hal tersebut dibuktikan pada penutupan Fear and Greed Index Bitcoin yang masih berada pada kategori Extreme Fear dan konsnsiten bergerak dibawah level 30,” kata Afid.

Baca juga: Survei: Investor Indonesia Tetap Optimis di Tengah Musim Dingin Kripto

Dari analisis teknikal, Bitcoin sedang retest untuk menembus level support tertekat di US$ 16 ribu. Jika berhasil tertembus ada kemungkinan bisa terjadi penurunan hingga level terendah berada pada harga US$ 15.790.

Bitcoin belum menunjukan pergerakan yang agresif setelah mengalami penurunan tajam dan membentuk harga terendah sementara di tahun 2022 sebagai major support, yaitu level US$ 15.512.

“Sementara, ETH masih bergerak turun. Area support pada level US$ 880- 1.128 menjadi benteng pertahanan terakhir untuk menahan laju bearish ETH,” tutup Afid.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com