Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo neon aset kripto Bitcoin terlihat di kafe Crypstation, pusat kota Buenos Aires, Argentina pada 5 Mei 2022. (FOTO: Reuters/Agustin Marcarian)

Logo neon aset kripto Bitcoin terlihat di kafe Crypstation, pusat kota Buenos Aires, Argentina pada 5 Mei 2022. (FOTO: Reuters/Agustin Marcarian)

Pasar Kripto Terlihat Stagnan, Investor Mulai Henti Akumulasi?

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:41 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar kripto terlihat sideways, meski terpantau tetap berada di zona hijau pada Kamis (6/10/2022) pagi. Diperkirakan investor sudah bersiap untuk berhenti akumulasi dan ingin profit taking dalam waktu dekat.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, investor kembali khawatir dengan sikap The Fed ke depannya mengenai pengetatan kebijakan moneter. “Hal ini yang membuat gerak cukup stagnan, kenaikan tidak terlalu signifikan untuk kripto big cap,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

Pada Rabu (5/10/2022) lalu, banyak pejabat The Fed, seperti Mary Daly dan Raphael Bostic yang memberikan pernyataan indikasi The Fed tetap ingin mengerek suku bunga acuannya demi menekan inflasi. Komentar tersebut membuyarkan harapan investor terhadap potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Baca juga: PINTU Gencarkan Edukasi Kripto dan Blockchain ke Mahasiswa

Selain itu, laju kripto pun sempat terkoreksi setelah US ADP National Employment merilis data bahwa sektor swasta AS menambah 208.000 lapangan pekerjaan di September, lebih tinggi dari konsensus analis 200.000.

Data itu mengindikasikan bahwa pelemahan ekonomi AS mungkin tidak separah ekspektasi pelaku pasar. Hal itu semestinya membuka ruang bagi The Fed untuk terus melancarkan pengetatan kebijakan moneternya.

Baca juga: Gandeng Binance Pay, Eazypay Fasilitasi Pembayaran Kripto di Bahrain

Dampaknya indeks saham AS juga berkinerja buruk dan berimbas ke market kripto yang menurunkan relinya. Di samping itu, indeks dolas AS (DXY) kembali meningkat di posisi pagi ini, 110.90 naik 0,76% dibanding sehari sebelumnya.

“Di sisi lain, kembalinya Bitcoin menembus level psikologinya di US$ 20.000, juga patut diwaspadai. Dominasi Bitcoin di pasar kripto berhasil kembali menembus 40,1%. Namun, total market cap kripto belum menunjukkan kenaikan berarti, masih berada di kisaran US$ 960 miliar,” katanya.

Baca juga: Akhirnya... Pasar Kripto Mulai Bangkit

Tambah Afid, biasanya laju BTC yang gagal retest untuk reli melewati US$ 21.000, akan muncul gerakan untuk profit taking. Level support BTC ada di US$ 19.651 dan menjadi tahanan terdekat apabila pergerakan harga kembali turun.

"Ethereum juga masih berjuang untuk retest ke level US$ 1.400. Jika gagal kemungkinan level US$ 1.276 menjadi tahanan apabila harga ETH kembali koreksi," sebutnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com