Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
summarecon agung

summarecon agung

Pasar Properti Melemah, Summarecon Pangkas "Marketing Sales" Jadi Rp 2,5 triliun

Rabu, 12 Agustus 2020 | 19:08 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA, Investor.id -  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memangkas target penjualan unit properti (marketing sales) dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 2,5 triliun tahun ini. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penurunan daya beli masyrakat akibat pelemahan ekonomi setelah dilanda pandemi Covid-19.

Direktur Utama Summarecon Agung Adrianto P Adhi mengatakan, revisi target marketing sales tersebut dilakukan sebagai langkah perseroan untuk tetap realistis di tengah lemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi. Adapun hingga semester I-2020, Summarecon Agung membukukan pendapatan pra-penjualan marketing sales sebanyak Rp1,1 triliun

“Kami memproyeksikan marketing sales sebanyak Rp 2,5 triliun berasal dari penjualan sektor rumah 60%, ruko 17%, apartemen 16%, dan kantor 7%. Sedangkan target pendapatan dan laba bersih sendiri masih dihitung,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Rabu (12/8).

Perseroan, ungkap Adrianto, menyiapkan berbagai strategi untuk tetap meraih laba bersih di tengah pandemi, seperti penerapan efisiensi biaya dan menjaga cash flow agar tetap stabil. Sedangkan upaya untuk meningkatkan penjualan, perseroan akan menerapkan sistem pembayaran yang lebih mudah sebagai daya tarik yang disesuaikan dengan kemampuan para konsumen pada pasar yang dituju perseroan.

“Kami juga memanfaatkan teknologi digital, seperti yang sudah kami lakukan pada saat launching proyek di Bekasi, Serpong, Makassar dan visual proyek kami secara digital,” kata dia.

Tahun ini, Summarecon sedang memfokuskan pengembangan proerti di Bogor, Jawa Barat yang direncanakan rilis pada Oktober mendatang. Pada proyek ini perseroan berniat melepas properti dengan kisaran harga Rp 1,4 miliar hingga Rp 1,9 miliar, pada proyek ini perseroan berharap dapat menyumbang pemasukan hingga Rp 400 miliar.

Sebelumnya, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal untuk sejumlah akuisisi lahan pada 2020 sebanyak Rp 300 miliar yang berasal dari belanja modal sebanyak Rp 600 miliar. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk investasi properti. Namun akuisisi lahan kemungkinan ditahan tahun ini.

“Tahun ini, kami memutuskan untuk menahan sejumlah rencana akuisisi lahan lantaran pandemi. Selain itu, lahan kami yang berada di Bogor ini memiliki luas 420 hektare dan kami proyeksikan pengembanganya dapat mencapai 10 tahun kedepan,” tandasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN