Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bendera AS

bendera AS

Pasar Saham bakal Terdongkrak Ekonomi AS

Abdul Muslim, Kamis, 4 Juli 2019 | 07:17 WIB

JAKARTA, investor.id- Pasar saham akan mendapat katalis positif dari penurunan suku bunga acuan yang direncanakan Bank Sentral AS, The Fed. Apalagi jika penurunan suku bunga diikuti kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok.

Penurunan suku bunga acuan The Fed (fed funds rate/FFR) dan berakhirnya perang dagang juga diyakini bakal menjadi ‘stimulus ganda’ bagi perekonomian AS. Kondisi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi AS mengalami akselerasi untuk membawa perekonomian dunia pulih lebih cepat.

The Fed. Foto: wikipedia
The Fed. Foto: wikipedia

 

Hal itu terungkap dalam wawancara Investor Daily dengan ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, ekonom Bank Permata Josua Pardede, Direktur PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee, dan analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta, Kamis (3/7).

Sementara itu, kajian tengah tahun Danareksa Investment Management (DIM) menyebutkan, Presiden AS Donald Trump diduga sedang menyiapkan skenario besar. Para analis meyakini perang dagang akan terus dikobarkan Trump untuk menekan Bank Sentral AS, The Fed, agar menurunkan FFR yang kini dipatok 2,25-2,50%, pada akhir Juli ini.

Ekonomi AS saat ini dalam kondisi bagus. Pertumbuhan ekonomi AS selama Trump menjabat lebih tinggi dibanding periode ke-2 Barack Obama. Selain itu, tingkat pengangguran AS sebesar 3,6% pada Mei lalu merupakan yang terendah dalam 49 tahun terakhir. Ekonomi AS juga tumbuh tanpa jeda resesi dalam 120 bulan sejalan dengan penguatan dolar AS dalam dua tahun terakhir.

Hanya saja, akibat perang dagang, ada potensi ekonomi AS kembali mengalami resesi. Terlebih perang dagang yang dikobarkan AS dengan Tiongkok mulai menggerus perekonomian AS. Inilah yang membuat The Fed berencana menurunkan FFR dua kali tahun ini.

Berdasarkan catatan DIM, setelah The Fed menurunkan FFR, Trump kemungkinan bakal berdamai dengan Tiongkok dan mencabut sebagian atau bahkan seluruh bea masuk (BM) tambahan bagi produk impor asal Tiongkok.

Dengan turunnya FFR dan dicabutnya BM tambahan untuk Tiongkok, ekonomi AS memperoleh dua stimulus sekaligus, sehingga pertumbuhan ekonominya bakal melesat.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA