Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau pergerakan harga saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pialang memantau pergerakan harga saham di sebuah sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pasar Saham 'Bullish', Saham-saham Ini Jangan Sampai Lolos!

Minggu, 21 Februari 2021 | 21:24 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat apabila mampu bertahan di atas 6.219 dan bergerak bullish dalam sepekan ke depan. Pergerakan tersebut dipengaruhi sejumlah sentimen dari dalam negeri maupun global.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, apabila IHSG mampu bertahan pada level tersebut, maka berpotensi menguat untuk kembali menguji level resistence 6.286-6.308. Apabila berhasil breakout resistance, terdapat peluang melanjutkan penguatan ke level 6.380.

“Namun sebaliknya, jika IHSG tidak mampu bertahan di level 6.219, maka ada potensi menguji level support di 6,195. Level ini akan menjadi support kuatnya,” ujar dia kepada Investor Daily, Minggu (21/2).

Sukarno menambahkan, pergerakan IHSG tersebut akan dipengaruhi sejumlah sentimen dalam negeri, yakni penurunan suku bunga dan kebijakan Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) sebesar 100% untuk kredit properti. Sedangkan dari global, indeks akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan data pengangguran AS. 

Adapun saham yang dapat dilirik oleh para investor adalah PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Investor juga dapat mencermati saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Indosat Tbk (ISAT). 

Lebih lanjut, analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi di zona hijau dengan penguatan selama 1-2 hari. Indeks diperkirakan menguat terbatas dan masih rentan terkoreksi dengan rentang level 6.200-6.270.

Investor dapat mencermati saham emiten berbasis batu bara dan Crude Palm Oil (CPO) seperti PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan target 350-360, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target 1.450, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) target 650 dan PT Indika Energy Tbk (INDY) target 1.650. “Para pelaku pasar perlu untuk mencermati level support dan resisten dari masing-masing emiten tersebut dan dapat trading dalam jangka pendek terlebih dahulu,” ujar dia. 

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG dalam sepekan ke depan berpotensi menguat terbatas dengan kisaran level 6.200 - 6.300 untuk menguji kembali level support dan resistance tersebut. Sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi laju indeks adalah rilis data ekonomi Tiongkok berupa PMI dan personal consumption AS. Selain itu, rilis laporan keuangan emiten juga berpotensi menjadi katalis bagi beberapa emiten. Sementara, sentimen seperti relaksasi pajak PPNBM dan pengurangan LTV sektor properti masih dapat menjadi katalis positif untuk sektor properti dan otomotif.

“Investor dapat mencermati sektor properti yang mayoritas masih bergerak uptrend. Selain itu, investor dapat melihat pergerakan saham second liner seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) yang juga bergerak uptrend,” ujar dia.

Sementara itu, Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr mengatakan, IHSG diprediksi menguat terbatas dalam sepekan ke depan, dengan kembali menguji level resistance 6.300 dan level support 6.150. Sentimen yang dapat diperhatikan para investor adalah rilis laporan keuangan emiten, stimulus AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang terus meningkat, sehingga rupiah cukup tertekan. “Investor juga bisa perhatikan pergerakan harga komoditas,” ujar dia.

Investor direkomendasikan untuk memperhatikan sektor properti dan keuangan dalam sepekan ke depan. Menurut Zamzami, kedua sektor ini masih menarik. “Saham yang dapat dicermati antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA),” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN