Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham dengan telepon seluler di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham dengan telepon seluler di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pasar Saham Diwarnai Sentimen Positif

Nabil Al Faruq, Selasa, 26 Mei 2020 | 05:53 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama pekan ini diproyeksi berfluktuasi dengan kecenderungan menguat. Hal itu dipengaruhi oleh sejumlah sentimen positif dari pasar global terkait penemuan vaksin Covid-19.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, peluang penguatan indeks juga didasari oleh hasil analisis teknikal, yaitu indikator bollinger bands yang menunjukkan indeks berpeluang bergerak pada level support 4.466 dan resistance 4.667.

Kemudian, MACD menunjukkan IHSG masih dalam status golden cross di area negatif. Sedangkan Stochastic dan RSI mengindikasikan indeks berada di area netral. “Di sisi lain, terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan IHSG sepanjang pekan ini,” kata Nafan kepada Investor Daily, Senin (25/5).

Dia menegaskan, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh berita positif terkait penemuan vaksin Covid-19 dengan data terbaru menyebutkan bahwa perkembangan penelitian vaksin tersebut menunjukkan data yang terus membaik. Selain itu, efek positif juga akan terbawa dari sentimen pelonggaran lockdown di negara-negara maju dan penerapan PSBB.

Meskipun demikian, menurut Nafan, para investor tetap perlu berhati-hati terkait adanya sentimen gelombang kedua pandemi Covid-19. Kemudian, data perlambatan kinerja pertumbuhan ekonomi negara-negara maju dan pengumuman data Gross Domestic Product (GDP) kuartal I Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, secara teknikal, beberapa saham yang perlu diperhatikan investor pekan ini, yaitu saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Para investor disarankan untuk mengakumulasi beli AKRA pada level Rp 2.160-2.220 dengan target harga Rp 2.320, Rp 2.630, dan Rp 2.940. Kemudian, INDF juga disarankan akumulasi beli pada level Rp 6.300-6.500 dan target harga secara bertahap menuju level Rp 6.675, Rp 6.750, dan Rp 7.275.

Selanjutnya, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) direkomendasikan akumulasi beli pada level Rp 820-830, dengan target harga secara bertahap Rp 845, Rp 880, Rp 920, Rp 1.015, dan Rp 1.110. Sedangkan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga direkomendasikan untuk akumulasi beli pada level Rp 1.905-1.925, dengan target harga secara bertahap pada level Rp 1.945, Rp 2.120, Rp 2.300, dan Rp 2.470.

Selain itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) direkomendasikan akumulasi beli pada level Rp 3.120-3.180, dengan target harga secara bertahap Rp 3.250, Rp 3.500, Rp 3.750, dan Rp 4.000. Kemudian, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) direkomendasikan sell on strength pada level Rp 920-930, dengan target harga Rp 880.

Secara terpisah, pendapat berbeda disampaikan oleh Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus. Menurut dia, IHSG pekan ini berpotensi turun dengan rentang pergerakan 4.415-4.630. “Pasar akan mencermati berbagai situasi dan kondisi yang ada saat ini, khususnya perkembangan wabah virus corona,” tutur dia.

Kemudian, sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan indeks adalah ketegangan antara AS dan Tiongkok, serta perseteruan antara Tiongkok dan Hong Kong yang kembali memicu demonstran. Ketegangan ini disebabkan keputusan Tiongkok untuk menerapkan undang-undang keamanan nasional.

Dalam menghadapi pergerakan indeks pekan ini, menurut Nico, para investor perlu memperhatikan sektor perbankan, sebab harga yang dimiliki sektor ini dapat dibilang sedang mengalami pelemahan. Selain itu, investor bisa memilih sektor barang konsumsi dan infrastruktur dengan akumulasi beli untuk jangka panjang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN