Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal

Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal

Pasar Semen di Luar Jawa Bergairah, Kinerja Indocement Sesuai Harapan

Rabu, 12 Mei 2021 | 22:06 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Indocement mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp 351 miliar pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 400 miliar. Angka tersebut juga menunjukkan penurunan dari realisasi kuartal IV-2020 yang sebesar Rp 690 miliar. Sedangkan pendapatan naik tipis menjadi Rp 3,43 triliun dari Rp 3,36 triliun.

Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengungkapkan, pencapaianpendapatan Indocement pada kuartal I-2021 setara dengan 22% dari perkiraan Sinarmas Sekuritas dan konsensus analis.

Sementara, perolehan laba bersih merefleksikan 19% dari target laba tahun ini berdasarkan perkiraan Sinarmas Sekuritas dan mencapai 18% dari consensus analis.

“Pencapaian tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi dengan memfaktorkan penurunan permintaan semen pada semester I setiap tahunnya,” tulis Andrianto dalam risetnya.

Semen Tiga Roda
Semen Tiga Roda

Secara operasional, perseroan juga menunjukkan perbaikan yang didukung oleh peningkatan volume penjualan semen sekitar 1,4% menjadi 3,8 juta ton selama Januari-Maret 2021. Peningkatan permintaan berasal dari penjualan semen di luar Pulau Jawa dengan pertumbuhan 11,2% menjadi 1,1 juta ton.

Sedangkan penjualan semen di Pulau Jawa turun 2,2% menjadi 2,7 juta ton. Peningkatan volume penjualan terbesar perseroan berasal dari pabrik semen Tarjun, Kalimantan Selatan.

Selain menjadi penopang pertumbuhan penjualan semen di luar Pulau Jawa, pabrik tersebut bisa membantu perseroan untuk menekan biaya transportasi yang akhirnya memperkuat marjin keuntungan.

Harga saham INTP satu dekade terakhir, Prospek saham INTP, dan kinerja keuangan Indocement
Harga saham INTP satu dekade terakhir, Prospek saham INTP, dan kinerja keuangan Indocement

Sedangkan di Pulau Jawa, Indocement tetap berada dalam posisi terbaik untuk menangkap peluang saat permintaan semen pulih. Hal ini memperkuat keyakinan Sinarmas Sekuritas untuk menargetkan pertumbuhan volume penjualan semen Indocement tahun ini sebesar 5,3%.

Adapun marjin laba operasional diharapkan meningkat menjadi 13,2%. Sejumlah fakta tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 18.300 untuk 12 bulan ke depan.

Target ini merefleksikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 18,5 kali. Target harga tersebut juga didukung oleh neraca keuangan perseroan yang kuat dan tanpa utang. Perseroan juga konsisten menetapkan rasio dividen 100% dari keuntungan dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun laba bersih Indocement diproyeksikan meningkat menjadi Rp 1,84 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,80 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 14,18 triliun menjadi Rp 15,44 triliun.

 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Foto: Perseroan.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Foto: Perseroan.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, penurunan laba bersih Indocement sepanjang kuartal I-2021 dipicu oleh penurunan pendapatan operasional lainnya dan penurunan pendapatan bunga.

Sedangkan pendapatan berhasil didongkrak 2,2%, meski rata-rata harga jual semen perseroan turun 3,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Realisasi laba bersih tersebut merefleksikan 18% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis terkait keuntungan tahun ini,” tulis Maria dalam risetnya.

Mengenai prospek industri semen, menurut dia, volume penjualan semen domestik menunjukkan peningkatan sebesar 2,2% menjadi 14,9 juta ton. Sedangkan volume penjualan semen curah menunjukkan penurunan yang dipicu oleh belum dimulainya pengembangan sejumlah proyek infrastruktur akibat ketatnya anggaran seiring pandemi Covid-19.

“Meski demikian, penjualan semen curah diperkirakan kembali menggeliat pada semester II tahun ini atau setelah Lebaran. Volume penjualan Indocement diproyeksikan naik 5% sepanjang tahun ini,” jelasnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 16.800. Target harga tersebut mempertimbangkan ekspektasi berlanjutnya peningkatan volume penjualan.

Adapun laba bersih Indocement diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 1,98 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,80 triliun. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan naik dari Rp 14,18 triliun menjadi Rp 15,33 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN