Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi dealer sedang memperhatikan pergerakan harga surat utang.  Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Ilustrasi dealer sedang memperhatikan pergerakan harga surat utang. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pasar Surat Utang Dapat Sentimen Positif

Senin, 6 September 2021 | 06:11 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Harga surat utang negara (SUN) sepanjang pekan ini diproyeksikan menguat, seiring sentimen positif dari dalam maupun luar negeri. Sementara itu, nilai penawaran pada lelang surat berharga syariah negara (SBSN) diperkirakan lebih dari Rp 25 triliun. Adapun target indikatif pada lelang kali ini Rp 10 triliun, dengan imbal hasil 6,1-6,2% untuk tenor 10 tahun.

Associate Director of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, data ekonomi makro yang relatif stabil dan penguatan rupiah akan menjadi sentimen positif. Terlebih, pandemi Covid-19 di Indonesia mulai 'terkendali', terutama di kota-kota besar.

“Pemerintah telah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sekitar 7%. Walaupun tidak mencapai target ini, kami harapkan targetnya sekitar 5%. Hal ini juga didukung oleh perilaku masyarakat yang mulai bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi,” kata Ramdhan kepada Investor Daily.

Sementara itu, dari luar negeri, pasar mencermati kabar lanjutan dari tapering oleh The Fed, walaupun ada informasi bahwa tapering akan dilakukan pada akhir 2021. Namun, itu pun masih menjadi dilema apakah benar-benar akan melakukan tapering atau menaikkan suku bunga.

Gambaran ekonomi di Amerika sendiri masih menunggu sejumlah data, seperti data tenaga kerja dan inflasi. Meski demikian, The Fed saat ini dinilai lebih informatif kepada global market, sehinga pelaku pasar saat ini sudah mulai membaca kondisi dan sudah melakukan persiapan.

Menurut Ramdhan, apabila tapering terjadi, dampaknya ke harga SUN bisa bergejolak, namun bersifat temporer. Sebab potensi kenaikan suku bunga di sana menjadi tinggi dan inflasinya terdorong, kemudian suku bunga bisa naik. Karena itu, Bank Indonesia (BI) pasti akan mengikuti untuk mencegah dana keluar.

“Lantas, berapa lama gejolaknya, saya lihat ini jangka pendek, paling dalam waktu 1-2 bulan relatif stabil kembali, karena pasar kita kini memiliki likuiditas yang cukup baik. Hal itu ditunjang oleh investor domestik yang lebih besar sekarang,” jelas dia.

Sementara itu, Selasa (7/9), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan melelang enam seri SBSN dengan target indikatif Rp 10 triliun. Masing-masing surat berharga memiliki jatuh tempo pada 8 Maret 2022, 15 Juli 2024, 15 Juli 2026, 15 Maret 2034, 15 Februari 2037, dan 15 Oktober 2046.

Secara terpisah, Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana mengatakan, pada lelang kali ini, investor mungkin akan tertarik dengan seri jangka pendek dan panjang, yaitu di bawah 1 tahun atau di atas 10 tahun.

Menurut Fikri, seri 1-5 tahun bakal diminati karena kemungkinan ada tapering dan risiko inflasi yang juga masih naik turun di AS maupun di Indonesia. Dengan begitu, yield untuk seri jangka menengah sedang naik turun. “Tapi kalau untuk jangka panjang dengan kemungkinan inflasi AS sebesar 2% dan kita juga sekitar 2-3%, harapannya jangka panjang akan relatif lebih aman,” tutur dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga SUN pekan ini diperkirakan sedikit naik. Adapun yield untuk tenor 10 tahun diproyeksikan sekitar 6,05-6,2%. Pergerakan harga SUN akan dipengaruhi oleh data tenaga kerja di Amerika yang secara keseluruhan terlihat cenderung kurang baik. Selain itu, data unemployment rate mungkin sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN