Menu
Sign in
@ Contact
Search
Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

Pasar Kripto Kembali Melempem, Investor Harapkan "Uptober"

Senin, 3 Oktober 2022 | 09:32 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Awal bulan Oktober, pasar kripto terlihat masih belum kuat untuk melaju ke zona hijau pada Senin (3/10/2022) pagi. Padahal bulan ini digadang-gadang menjadi periode terbaik untuk market bullish, sehingga ada istilah "Uptober."

Secara teknikal, penyebab pasar kripto turun berguguran disebabkan oleh Bitcoin yang gagal menembus level psikologis US$ 20.000 di akhir pekan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada sebagian investor yang siap untuk melakukan aksi jual di kisaran level tersebut.

Pada sebelum akhir pekan lalu, pasar kripto sempat reli akibat pelemahan Dolar AS. Kemudian, investor juga mulai melakukan aksi borong di akhir September, demi mengoleksi portofolio mereka di akhir kuartal III tahun ini.

Baca juga: Perangi Kejahatan Kripto, Binance Perkuat Penegakan Hukum Secara Global

"Mereka sengaja melancarkan aksi akumulasi karena yakin bulan ini akan kembali mengulangi fenomena tahunan yang disebut "uptober," yakni kondisi ketika harga aset kripto kompak reli kencang di Oktober setelah terpukul di September. Menurut Bitcoin Monthly Retuns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021)." kata Trader Tokocrypto Afid Sugiono, Senin (3/10/2022).

Namun baru memasuki bulan Oktober, pasar kripto belum langsung panas, investor masih wait and see untuk terus melakukan akumulasi. Kuat dugaan, tingginya investor melakukan aksi jual di akhir pekan, disebabkan oleh pergerakan pasar saham AS yang juga berkinerja buruk. Alhasil investor kurang bergairah dan meninggalkan aset berisiko.

Baca juga: Calon Pedagang Aset Kripto Ramai-ramai Lagi Buka Lowongan, Mau Daftar?

"Di samping itu, investor juga mempertimbangkan prospek makroekonomi yang kelabu, sebelum menentukan sikap di pasar kripto. Perlu diketahui Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (30/9/2022) melaporkan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2022 sebesar -0,6% secara tahunan," tambah ia. 

Artinya, ekonomi AS resmi melanjutkan kontraksi setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi -1,6% di kuartal I. Secara teori, AS sejatinya sudah masuk ke fase resesi ekonomi, karena pertumbuhan minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Baca juga: Oh No! September Ini Jadi Bulan Terlemah Sepanjang Sejarah Kripto

Sentimen negatif dari ekosistem kripto juga mendorong investor kurang semangat seperti, Coinbase dan Solana yang mengalami gangguan sistem pada akhir pekan lalu. Serta kabar exchange, WazirX memberhentikan 40% karyawannya sebagai langkah efisiensi.

Pergerakan Bitcoin dari sisi teknikal, terlihat masih belum berhasil menembus downtrend line-nya di rentang waktu hariannya (daily time frame). Kondisi ini tercermin dari harga BTC yang kembali terpental kembali setelah memasuki level US$ 20.000. Melihat hal tersebut, BTC bisa melakukan retest kembali ke level US$ 20.000 dengan support terkuat di US$ 18.825.

"Sementara, Ethereum terlihat sideways dan bergerak di bawah 20-day EMA setelah menemukan lantai penurunannya di level US$ 1.220. ETH bisa melakukan retest kembali ke level US$ 1.356 dengan support terkuat di US$ 1.180," sebut Afid.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com