Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puradelta. Foto: DEFRIZAL

Puradelta. Foto: DEFRIZAL

Pasca-Gandeng Hyundai, Pemintaan Lahan Puradelta Kian Ramai

Farid Firdaus, Rabu, 27 November 2019 | 18:37 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), unit bisnis Grup Sinarmas, tengah bernegosiasi dengan investor asing dan domestik terkait penjualan 150 hektar (ha) lahan. Sementara kesepakatan dengan Hyundai Motor Company bakal menjadi angin segar bagi perseroan di tahun depan.

Direktur Puradelta Lestari Hermawan Wijaya mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan nilai penjualan 77,6 ha lahan di kawasan industri Deltamas kepada Hyundai Motor. Namun, permintaan lahan industri perseroan diperkirakan terus mengalami peningkatan.

Demand tidak hanya dari Hyundai saja, Ada beberapa dari perusahaan di industri lain seperti data centerconsumer goods, logistik, dan lainnya. Demand secara keseluruhan sekitar 150 ha,” jelas dia kepada Investor Daily, Rabu (27/11).

Untuk dapat meraih kesepakatan dengan calon pembeli lahan industri diperkirakan membutuhkan waktu. Pasalnya, kata Hermawan, calon pembeli akan membandingkan satu lokasi dengan lokasi yang lainnya.

Secara terpisah, Direktur Puradelta Lestari Tondy Suwanto berpendapat, prospek penjualan lahan industri masih menjanjikan dipicu arus investasi langsung baik dari asing maupun dometsik. “Penjualan lahan tidak selalu tergantung kepada tenant tertentu. Inquiry lahan di kami masih tinggi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Hyundai Motor resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah Indonesia pada 26 November 2019 untuk membangun pabrik kendaraan di kota Deltamas, Cikarang. Perusahaan asal Korea Selatan ini akan mengucurkan investasi sekitar US$ 1,55 miliar hingga 2030 untuk pembangunan pabrik, termasuk pengembangan produk dan biaya operasi.

Sesuai rencana, produksi akan dimulai pada 2021 dengan kapasitas 150 ribu unit secara tahunan. Kemudian, kapasitas penuhnya diperkirakan mencapai 250 ribu unit per tahun. Produk mobil yang akan diproduksi adalah model SUV dan MPV untuk pasar Asia Tenggara. Selain itu, produksi model EV juga sedang dieksplorasi.

Executive Vice Chairman Hyundai Group Euisun Chung mengatakan, pendirian pabrik manufaktur ini telah dimungkinkan berkat kerja sama dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah Indonesia.

“Hyundai akan terus mendengarkan secara aktif dan menanggapi harapan serta kebijakan pemerintah Indonesia mengenai kendaraan ramah lingkungan, sambil terus berkontribusi pada wilayah ASEAN,” kata dia dalam keterangan resmi.

Hyundai bersama mitra lokal mengharapkan untuk menciptakan lebih dari 23 ribu pekerjaan langsung dan tidak langsung baru di Indonesia. Pabrik ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari US$ 20 miliar bagi perekonomian Indonesia selama satu dekade pertama.

Dividen Interim

Sementara itu, Puradelta Lestari akan membagikan dividen interim tahun buku 2019 senilai Rp 21 per saham. Perseroan telah mengantongi persetujuan dewan komisaris pada 25 November 2019.  

Sesuai rencana, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan 3 Desember, sementara ex dividen 4 Desember. Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 5 Desember, dan ex dividennya 6 Desember. Perseroan akan melakukan pembayaran dividen pada18 Desember 2019.

Adapun penjualan 77,6 ha lahan ke Hyundai sebelum tutup tahun ini membuat target perseroan sepanjang 2019 telah jauh terlampaui. Sebelumnya, selama Juli-September saja, perseroan mampu menjual lahan industri seluas 17,2 hektar (ha). Hal tersebut menambah jumlah luasan lahan industri yang berhasil dijual perseroan menjadi 42,5 ha.

Sedangkan selama semester I-2019, perusahaan sukses menjual lahan industri sebanyak 25,3 ha. Selain penjualan lahan industri perseroan juga menjual 12,2 ha lahan komersial pada periode Januari-September 2019.

“Hasil positif hingga akhir kuartal ketiga ini menambah optimisme kami bahwa permintaan terhadap lahan industri masih tinggi seiring dengan keinginan para investor untuk segera merealisasikan rencana investasinya,” kata Tondy.

Secara volume penjualan lahan industri, capaian kuartal III tersebut juga melebihi penjualan lahan industrial sepanjang tahun 2018 yang sebesar 33 ha. Perseroan tercatat membukukan marketing sales Rp 1,6 triliun hingga akhir September 2019, melampaui target market sales tahun ini yang semula ditetapkan Rp 1,25 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA