Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Pascarehat, IHSG Sesi II Dibuka Turun 1,04% di 6.078

Gora Kunjana, Kamis, 14 November 2019 | 13:40 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pascarehat siang atau memasuki sesi II perdagangan Kamis (14/11/2019) dibuka turun 1,04% atau 69,53 poin ke level 6.078,55.

Seperti dilaporkan BeritasatuTV langsung dari lantai bursa pukul 13.35 WIB, sebanyak 5,9 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai Rp 3 triliun, dan frekuensi perdagangan 310.790 kali transaksi.

Tercatat hingga sesi I ditutup sebanyak 115 saham menguat, 250 saham melemah, dan 129 saham lainnya stagnan.

Sembilan sektor melemah di sesi pertama hingga menyeret indeks ke zona merah. Pelemahan dipimpin sektor infrastruktur yang turun 1,5%, disusul sektor industri dasar yang melemah 1,4%, dan sektor industri lainnya berkurang 1,3%.

Pelemahan indeks tidak sejalan prediksi analis. Analis Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan support resistance 6.125-6.210.

Saham-saham yang masih menarik secara teknikal diantaranya; BISI, WTON, JPFA, SIDO, HMSP, BBRI, BNGA, BJBR, IMAS, ANTM, PWON, AKRA.

Secara teknikal IHSG bergerak terkonfirmasi rebound pada level -2 Standart Deviasi Regresi trend dan lower bollinger bands.

Potensi melanjutkan penguatannya menguji resistance Moving Average 50 hari sebagai langkah pertama menguji kembali Moving Average 200 hari. Indikator Stochastic terkonsolidasi positif dan RSI terlihat menjenuh berpeluang membentuk pola bullish reversal momentum.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA