Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Net Indonesia Syariah. Foto: Laporan tahunan perseroan.

PT Bank Net Indonesia Syariah. Foto: Laporan tahunan perseroan.

Patok Harga IPO, Bank Net Indonesia Syariah bakal Raih Dana Rp 515 Miliar

Senin, 25 Januari 2021 | 23:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Net Indonesia Syariah berpeluang meraih dana Rp 515 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Bank yang siap bertransformasi menjadi bank digital itu melepas sebanyak lima miliar saham baru atau setara 37,9% pada harga Rp 103 per saham.

Bank Net Indonesia Syariah telah mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Januari dan menggelar penawaran umum selama 25-27 Januari. Periode penjatahan akan dilakukan pada 28 Januari, kemudian pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 1 Februari. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Untuk menarik minat investor, Bank Net Indonesia Syariah turut menerbitkan 2,8 miliar waran seri I yang menyertai saham baru. Setiap pemegang 25 saham baru perseroan berhak memperoleh 14 waran seri I, dimana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama lima tahun.

“Waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk menukarnya dengan saham pada harga pelaksanaan sebesar Rp110, yang berlaku mulai 2 Agustus 2021 hingga 30 Januari 2026,” ungkap manajemen Bank Net Indonesia Syariah dalam pengumuman resmi, Senin (25/1).

Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan 60% dana IPO untuk pemeliharaan IT dan penunjangnya. Sementara, sisa 40% akan digunakan untuk modal kerja lainnya, seperti biaya pemasaran, sewa dan biaya lain-lain.

Ke depan, perseroan akan menerapkan strategi digital banking dengan target pasar sektor ritel. Perseroan berniat meninggalkan model bisnis lama yang selama ini telah dijalankan yaitu corporate banking. Transformasi strategi ini adalah upaya perseroan untuk dapat bersaing dalam mengantisipasi era banking 4.0 dan agar mampu bersaing dengan perusahaan fintech.

“Penerapan strategi ini juga mengubah seluruh kebijakan-kebijakan perbankan terkait yang pernah dilakukan sebelumnya seperti pengembangan produk baru, aktivitas pemasaran produk, strategi penghimpunan dana dan dan strategi penyaluran kredit,” jelas manajemen.

Sesuai rencana, Bank Net Indonesia Syariah akan meningkatkan ekuitas menjadi di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi bank syariah, yakni Rp 1 triliun pada 2022.

Pengaruh Sinarmas

Pada Juli 2020, sebanyak 70% pemegang saham Bank Net Indonesia Syariah adalah PT NTI Global Indonesia dan sisanya 30% dikendalikan PT Berkah Anugerah Abadi. Semula, perseroan bernama PT Bank Maybank Syariah Indonesia sebelum berubah nama pada 2019 karena diakuisisi oleh NTI Global dan Berkah Anugerah.

Kemudian, pada Desember 2020, terjadi perubahan struktur kepemilikan saham menjadi 97,5% milik NTI Global dan 2,5% milik PT Alphaplus Adhigana Asia.

Sebagai informasi, 60% saham Alphaplus Adhigana dimilik PT Sinergi Optima Solusindo, yang 99,8% sahamnya dimiliki PT Gan Kapital. Kemudian, 45% saham Gan Kapital dikendalikan Anthony Pradiptya, yang merupakan pengusaha muda sekaligus putra Gandi Sulistyo, managing director Sinarmas Group.

Kiprah Anthony sebagai pengusaha salah satunya terekam melalui kemitraan dengan Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo melalui GK Hebat. Adapun GK hebat merupakan akselerator yang membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis.

Sementara itu, pada bagian NTI Global Indonesia, diketahui sebelumnya perusahaan ini bernama PT Sinar Mitra Investama. Perusahaan ini adalah salah satu pemegang saham yang mengantarkan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) tercatat di BEI pada 2017.

Pada prospektus IPO Kioson, pemegang saham SMI terdiri atas PT Sinar Mitra Capitalindo sebanyak 95% dan Viperi Limiardi sebanyak 5%. Viperi Limiardi bertindak sebagai direktur. Dalam perjalanannya, pemegang saham Kioson per akhir Desember 2020 telah menjadi PT Artav Mobile Indonesia 48,84% dan masyarakat 51,16%. Kini, Viperi Limiardi telah menjadi komisaris utama.

Viperi merupakan bankir yang memulai karier pada 1988 sebagai direktur muda PT Bank Maybank Indonesia atau saat itu masih bernama PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang sempat dimiliki Sinarmas Group.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN