Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi uang. sumber: Antara

Ilustrasi uang. sumber: Antara

Patrick Walujo Siapkan Tambahan Modal untuk Bank Artos

Farid Firdaus, Rabu, 15 Januari 2020 | 20:11 WIB

JAKARTA, investor.id – Wealth Track Technology Ltd, perusahaan yang dikendalikan oleh Patrick Sugito Walujo, berencana kembali mengucurkan modal untuk perusahaan yang baru saja diakuisisinya, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO). Langkah ini guna mendukung bank tersebut menjadi bank digital.

Patrick mengendalikan Wealth Track melalui Ares Wonder Group yang didirikan berdasarkan hukum Kepulauan Cayman. Bankir senior ini juga dikenal sebagai co-founder dan managing partner Northstar Group.

Menurut Patrick, pihaknya melihat peluang yang menjanjikan di industri digital bank ke depan lantaran belum banyak pemain. Pihaknya juga membuka kerja sama dengan berbagai digital player di Indonesia dan tak hanya terbatas dengan start-up besar, seperti Gojek.

Seperti diketahui, hubungan Northstar dengan Gojek cukup erat lantaran Northstar merupakan salah satu investor awal di unicorn tersebut. Namun, Patrick menegaskan, ekspansi digital Bank Artos dan Gojek dilakukan secara terpisah.

“Kami dapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ambil alih saham Bank Artos sebelum tahun baru kemarin. Kami sebelumnya menerangkan kepada OJK untuk mengubah bisnis model Bank Artos. Sekarang mereka sedang melakukan pembenahan software dan sistem,” jelas Patrick di Jakarta, Rabu (15/1).

Seperti diketahui, Wealth Track bersama mitra strategisnya, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) yang dikendalikan oleh Jerry Ng, resmi menguasai 51% saham Bank Artos pada 26 Desember 2019. MEI dan Wealth Track mengakuisisi 615,18 juta saham pada harga Rp 395 per saham. Kini, MEI dan Wealth Track masing-masing menguasai 37,65% dan 13,35%.  Sementara kepemilikan publik yang di bawah 5% sebanyak 44,5%.

“Kalau bisnis Bank Artos tambah besar, kita siap menyediakan modal,” jelas Patrick. Sementara itu, Jerry Ng belum dapat mengungkapkan berapa suntikan modal yang akan dikucurkan MEI kepada Bank Artos ke depannya.

Sebelumnya, manajemen Bank Artos yang lama menyebutkan, setelah proses akuisisi selesai, Bank Artos berencana untuk melakukan rights issue dengan menargetkan perolehan dana sekitar Rp 1,5-1,6 triliun. Perseroan memerlukan modal yang besar untuk menjadi bank digital lantaran membutuhkan investasi di infrastruktur teknologi informasi (TI).

Dengan rights issue, perseroan juga berharap bisa naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II, dari saat ini BUKU I. Manajemen Bank Artos mengakui, persaingan antar bank saat ini kian kompetitif dan semakin mengarah ke digital.

Dalam prospektus awal disebutkan, Bank Artos akan menerbitkan hingga 15 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham. Jika ada pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, maka akan terkena efek dilusi maksimal 92,56%.

Pergantian Direksi

November lalu, Bank Artos mengangkat jajaran direksi dan komisarisnya yang baru. Jerry Ng mendapatkan posisi sebagai komisaris utama, Anika Faisal menjadi komisaris, dan Teguh Dartanto serta Susilo Tedjaputra selaku komisaris independen.

Sementara itu, pada jajaran direksi, komposisinya adalah Indra Gupta Siregar selaku direktur utama, Arief Harris Tandjung selaku wakil direktur utama, Peterjan Van Nieuwenhuizen dan Deddy Triyana selaku direktur, serta Tjit Siat Fun selaku direktur kepatuhan.

Dari jajaran direksi dan komisaris ini, terlihat Jerry mengajak sejumlah para mantan bankir BTPN dan mantan bankir lain dari tempatnya bekerja dahulu.

Seperti diketahui, selain statusnya sebagai mantan direktur utama BTPN, Jerry Ng pernah menjabat wakil direktur utama di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), deputi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), presiden direktur Federal International Finance (FIF), dan senior advisor TPG Capital, Asia Tenggara.

Sementara itu, hingga kuartal III-2019, Bank Artos membukukan rugi Rp 19 miliar, meningkat dibandingkan periode sama 2018 sebesar Rp 10,1 miliar. Pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp 9,7 miliar dari sebelumnya Rp 21,5 miliar. Sementara beban operasional selain bunga naik tipis dari Rp 35 miliar menjadi Rp 36 miliar.

Aset perseroan mencapai Rp 718 miliar per September 2019 dibandingkan akhir 2018 sebesar Rp 664 miiar. Total liabilitas mencapai Rp 622 miliar, naik dari Rp 549 miliar. Perseroan masih mencetak akumulasi kerugian Rp 56 miliar per September 2019, naik dari Desember 2018 sebesar Rp 44,1 miliar. Total ekuitas menipis dari Rp 115 miliar menjadi Rp 96,6 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN