Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
pefindo

pefindo

Pefindo Berikan Peringkat AA untuk Obligasi Jasamarga

Ghafur Fadillah, Rabu, 22 Januari 2020 | 23:04 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA untuk obligasi yang dimiliki oleh PT Jasa Marga (Persero ) Tbk (JSMR) dengan nomor XIV seri JM-10 tahun 2010. Outlook atas peringkat perusahan adalah "stabil".

Peringkat tersebut mencerminkan bahwa Jasamarga dapat memperlihatkan kinerja yang baik dalam menyelesaikan pengerjaan jalan tol, juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal tersebut juga dipengaruhi pertumbuhan pendapatan tol yang stabil yang didorong oleh penyesuaian tarif dengan profitabilitas yang kuat, serta fleksibilitas keuangan yang kuat.

"Namun, peringkat ini dibatasi oleh struktur permodalan yang masih agresif dalam jangka pendek dan menengah dan risiko bisnis terkait dengan pembangunan ruas tol baru," jelas Pefindo dalam keterangan resmi, Rabu (22/01).

Lebih lanjut, Peringkat yang diberikan kepada Jasamarga dapat kembali meningkat jika jalan tol baru milik JSMR beroperasi dengan lancar sesuai jadwal dan terbukti secara konsisten menarik volume arus lalu lintas tinggi seperti yang diproyeksikan yang dapat mendorong struktur permodalan perusahaan.

"Meskipun begitu, peringkat akan diturunkan jika struktur permodalan Perusahaan yang agresif tidak diimbangi dengan peningkatan kinerja bisnis, yang  dapat melemahkan proteksi arus kasnya," ujar Pefindo.

Sementara itu pada tahun ini Jasa Marga menyiapkan dana sebesar Rp 10-20 triliun yang akan digunakan untuk pembayaran proyek turnkey jalan tol. Sejumlah sumber pendanaan mulai dirancang dari penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) syariah, pinjaman bank, hingga divestasi ruas jalan tol.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, sebanyak 70% dari anggaran pembayaran turnkey sudah dipenuhi dari pinjaman bank. Dengan demikian, perseroan hanya fokus memenuhi sisa 30% dari ekuitas.

“Kami menyebut anggaran investasi karena proyeknya sudah jadi dan tinggal dibayarkan kepada kontraktor. Dari 30% porsi ekuitas, kami mencari kurang dari Rp 10 triliun,” jelas Eka kepada Investor Daily.

Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, perseroan menjajaki penerbitan KIK-EBA syariah pertama di Indonesia dengan underlying jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Perseroan sedang berdiskusi dengan sekuritas yang akan menangani aksi penerbitan dan menjalani proses pemeringkatan. Namun, perseroan belum mengajukan rencana ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan, lanjut Donny, juga belum menentukan secara spesifik berapa dana yang bisa diraih dari KIK-EBA, karena tergantung dari permintaan investor. Namun, perseroan berharap mampu menghimpun dana sekitar Rp 2 triliun. Semula, Jasa Marga juga sempat mempertimbangkan penerbitan zero coupon bond.

Jasa Marga. Foto: IST
Jasa Marga. Foto: IST

"Namun rencana ini belum menjadi pilihan dalam waktu dekat lantaran pricing obligasi tersebut cenderung mahal," tandasnya.

Sebagai informasi hingga kuartal III-2019, Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 km dengan penambahan panjang jalan tol baru pada 2019 sepanjang 41,46 km. Tercatat, ruas tol yang beroperasi sejak tahun lalu antara lain Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km, dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 km.

Jasa Marga berhasil mencatat EBITDA operasional yang solid sebesar Rp 5 triliun pada kuartal III-2019, tumbuh sebesar 16,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,28 triliun.

Menurut Donny, kinerja postif tersebut dipertahankan dengan melakukan efisiensi pada beban usaha serta peningkatan pendapatan usaha di luar konstruksi.

“Sehingga berdampak positif pada kenaikan margin EBITDA sebesar 62,9%, lebih tinggi dari Kuartal III tahun 2018, yaitu sebesar 60,1%,” ujarnya

Untuk pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat sebesar Rp7,96 triliun atau meningkat 11,6% dari kuartal III-2018. Pertumbuhan ditopang dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 7,36 triliun, yang tumbuh sebesar 10,9% dibandingkan kuartal III-2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA