Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek PP Properti

Salah satu proyek PP Properti

Pefindo Tegaskan Peringkat BBB- pada PP Properti

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:50 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan kembali peringkat utang PT PP Properti Tbk (PPRO) beserta obligasi I tahun 2016 menjadi BBB-. Pefindo juga mempertahankan outlook negatif atas peringkat tersebut.

Analis Pefindo Martin Pandiangan dalam laporan risetnya menyebutkan, peringkat tersebut sebagai antisipasi pelemahan profil kredit PP Properti dalam jangka waktu menengah akibat penurunan permintaan properti di tengah kondisi leverage keuangan yang tinggi. “Selain itu, peringkat tersebut menggambarkan memanjangnya arus kas operasi,” tulis tim riset Pefindo di Jakarta, Kamis (13/8).

Pefindo memproyeksikan arus kas masuk perseroan terkoreksi signifikan tahun ini akibat pandemi Covid-19, sehingga membatasi aktivitas pemasaran, penagihan atas piutang tertunda, dan memperlambat pembangunan proyek properti perseroan.

Meskipun perseroan memfokuskan penjualan properti yang hampir selesai dibangun dan penjualan dalam jumlah besar, Pefindo menilai, PP Properti justru akan menghadapi pembiayaan atas biaya konstruksi, pembayaran pokok dan bunga, serta belanja modal.

“Sedangkan total utang jangka menengah (medium term notes/MTN) perseroan yang jatuh tempo pada Agustus 2020 hingga November 2020 mencapai Rp 1,2 triliun. Pendanaan kemungkinan berasal dari kas operasi serta sumber dana eksternal,” ujar Martin.

Untuk diketahui, obligor dengan peringkat BBB- memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Namun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Sebelumnya, PP Properti telah menjajaki penerbitan obligasi senilai Rp 900 miliar di semester II tahun ini. Aksi tersebut salah satunya sebagai upaya memenuhi kewajiban surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) yang jatuh tempo pada Agustus-November 2020 sekitar Rp 1,2 triliun.

Direktur Keuangan PP Properti Mustarno mengatakan, perseroan tengah melakukan penjajakan ke pasar terkait kemungkinan menerbitkan sisa plafon Penawaran Umum Berkelanjutan II tahap II senilai Rp 2 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan tahap I senilai Rp 416,46 miliar pada Februari 2020.

“Jumlah penerbitan tahap II akan kurang dari Rp 1 triliun karena kita masih memiliki saldo dana internal dan fasilitas pinjaman perbankan. Para penjamin emisi yang akan ditunjuk masih dalam proses klarifikasi dan evaluasi,” jelas dia.

Sebagai informasi, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PP Properti menghadapi 6 MTN yang jatuh tempo di semester II-2020, antara lain MTN VI senilai Rp 287 miliar jatuh tempo pada 30 Agustus, MTN VII Seri A Rp 250 miliar jatuh tempo 20 September, MTN VII Seri A Seri B Rp 50 miliar jatuh tempo 28 September, MTN VIII Rp 200 jatuh tempo 20 Oktober, MTN IX Rp 213 miliar jatuh tempo pada 3 November, dan MTN X Rp 200 miliar jatuh tempo pada 16 November.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN