Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Tiphone Mobile Indonesia. Foto: tiphone.co.id

Pefindo Tegaskan Perungkat BBB+ untuk Obligasi Tiphone

Nabil Alfaruq, Rabu, 25 Desember 2019 | 20:21 WIB

JAKARTA, investor.id — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat BBB+ kepada PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) terhadap obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2019 dengan nilai total dana Rp 53 miliar. Obligasi tersebut jatuh tempo pada 18 Februari 2020.

“Obligor dengan peringkat tersebut memiliki kemampuan yang memadai dan dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Meskipun demikian, kemampuan perseroan akan terpengaruh dengan perubahan kondisi ekonomi,” ujar Pefindo dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Kemudian, perseroan berencana melunasi obligasi tersebut menggunakan kas internal. Terhitung sejak tanggal 30 September 2019, emiten berkode saham TELE ini memiliki saldo kas sebesar Rp 1,1 triliun dan masih mampu untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan II yang masih tersisa sekitar Rp 1,4 triliun.

Dari sisi laporan keuangan, perseroan membukukan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 382 miliar atau turun 11,36% dari periode sama tahun lalu yang memperoleh Rp 431 miliar.

Pendapatan neto perseroan juga menurun 12,23% menjadi Rp 19,94 triliun dibandingkan periode kuartal III-2018 yang memperoleh Rp 22,72 triliun. Laba usaha perseroan terkoreksi 11,57% pada kuarta III-2019 menjadi Rp 779 miliar dibandingkan perolehan periode sama tahun sebelumnya yang mendapatkan Rp 881 miliar.

Tiphone Mobile Indonesia membukukan laba sebelum pajak pada kuartal III-2019 sebesar Rp 514 miliar, tergerus dari kuartal III-2018 yang memperoleh Rp 581 miliar. Secara total aset perseroan membukukan Rp 9,22 triliun di 30 September 2019, meningkat (10,55%) dari periode 31 Desember 2018 yang membukukan Rp 8,34 triliun.

Menurut catatan Investor Daily, sebanyak 250 ribu reseller Tiphone Mobile Indonesia di seluruh Indonesia siap dikucurkan dana pengembangan usaha berupa kredit BNI Wira Usaha (BWU) dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Direktur Utama Tiphone Mobile Lily Salim mengatakan, saat ini perseroan memiliki sekitar 250 ribu reseller aktif yang membantu distribusi produk dan jasa seluler maupun jasa lainnya yang jaringannya tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, BNI akan menyalurkan BWU kepada perorangan atau pelaku usaha kecil dan mikro dengan nilai kredit sampai Rp 25 juta untuk jangka waktu satu tahun. Pada bulan pertama, menurut Lily Salim, perseroan menargetkan sekitar 5 ribu reseller sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendanaan tersebut.

“Dalam satu tahun ke depan, sedikitnya 50 ribu reseller diharapkan memperoleh kredit wirausaha tersebut,” tegas dia.

Sebagai informasi, perseroan didirkan pada tahun 2008. Tiphone Mobile Indonesia bergerak dalam perdagangan dan distribusi voucher ponsel, paket perdana, dan telepon seluler.

Perseroan juga merupakan penyedia konten seluler dan menawarkan layanan perbaikan. Pada 30 Juni 2019, pemegang saham Perusahaan adalah PT Upaya Cipta Sejahtera (37,3%), PT PINS Indonesia (PINS) 24,0%, PT Esa Utama Inti Persada (13,7%), dan lainnya termasuk publik (25,0%).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA