Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas di perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk. (Foto: Perseroan)

Aktivitas di perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk. (Foto: Perseroan)

Pegang Saham Astra Agro (AALI)? Masih Bisa Panen Cuan 50% Lebih lho!

Selasa, 29 Nov 2022 | 13:31 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) masih berjuang mengatasi produktivitas yang rendah hingga kuartal III tahun ini. Sejumlah inovasi, termasuk efisiensi dan digitalisasi, terus dilakukan demi menggenjot kinerja dan prospek lebih baik ke depan.

Astra Agro membukukan laba bersih sebesar Rp 407 miliar di kuartal III-2022, naik 24,8% qoq, didukung oleh pendapatan yang lebih kuat 26,7% qoq menjadi Rp 5,55 triliun, terutama karena penjualan CPO yang lebih tinggi.

“Namun, pertumbuhan laba kuartal III-2022 masih di bawah ekspektasi kami, karena laba kumulatif hingga September tahun ini sebesar Rp 1,22 triliun, hanya mewakili 53% dan 54% dari angka setahun penuh analis dan konsensus,” ungkap analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa dalam risetnya.

Baca juga: Astra Agro (AALI) Optimistis Cetak Pertumbuhan Produksi CPO 5%

Advertisement

Pendapatan Astra Agro hingga September 2022 turun sebesar 8,3% yoy menjadi Rp 16,52 triliun, terhitung hanya 67% dari estimasi analis dan 66% dari ekspektasi konsensus. Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh penurunan penjualan CPO sebesar 10,7% yoy. Margin kotor turun 393 bps menjadi 16,1% sementara margin operasi turun menjadi 9,9% dibanding 14,8% di September 2021.

Laba operasional emiten berkode saham AALI ini juga meleset dari ekspektasi di Rp 1,63 triliun, atau penurunan 39,0% yoy. Untungnya, pendapatan non-operasional yang lebih tinggi membantu mengurangi penurunan laba sebesar 17,2% yoy menjadi Rp 1,22 triliun di September 2022.

Pada akhir September 2022, produksi TBS dan CPO relatif sesuai dengan ekspektasi analis, mewakili 75% dan 74% dari volume produksi TBS dan CPO setahun penuh, sehingga perkiraan analis tidak berubah.

Baca juga: Astra International (ASII) Produksi Mobil Hybrid, Bagaimana Dampak bagi Sahamnya?

Pada kuartal III-2022, volume produksi TBS (termasuk plasma) meningkat 8,5% qoq menjadi 1,20 juta ton, menghasilkan total 3,16 juta ton TBS pada akhir September 2022 atau terkoreksi 5,9% yoy. Sementara itu, AALI memproduksi 346 ribu ton CPO di kuartal III-2022, turun 2,0% qoq, terakumulasi menjadi 984 ribu ton CPO di September 2022 atau tergerus 13,7% yoy.

AALI masih merasakan dampak musim kemarau panjang sejak 2019 yang berdampak pada penurunan produktivitas tanaman. Adapun volume penjualan CPO melonjak 55,7% qoq pada kuartal III-2022, yang menjadikan penjualan CPO hingga September 2022 menjadi 758 ribu ton atau turun 26,5% dibanding periode sama tahun lalu.

Baca juga: Bukalapak (BUKA) Menuju Profitabilitas, Segini Potensi Cuan dari Sahamnya

Saat ini, Astra Agro meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi. Mulai 2021, perusahaan menerapkan teknologi digital dalam proses dan tahapan pemeliharaan perkebunan kelapa sawit beserta infrastrukturnya. Melalui penerapan teknologi ini, perusahaan mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam efektivitas dan efisiensi proses pemeliharaan.

Selain itu, AALI sedang dalam tahap awal pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan machine learning. Salah satu contoh penerapannya adalah memprediksi potensi produksi 17 lokasi berbeda dengan total luas tanam 146 ribu hektare.

Melalui digitalisasi, AALI lebih baik dalam memilih area untuk kegiatan penanaman kembali karena perusahaan sedang berjuang melawan perkebunan tua dengan profil usia 15,8 tahun pada akhir 2021.

Baca juga: Bank Jago (ARTO) Konservatif, Sahamnya Bisa Cuan Berapa? Simak!

Sementara itu, harga rata-rata CPO global diprediksi sebesar 3.500 ringgit Malaysia per ton pada kuartal IV-2022, karena persediaan menumpuk. Hal itu mempertahankan harga rata-rata CPO 2022 sebesar 5.200 ringgit Malaysia per ton.

Dengan berbagai faktor tersebut, Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AALI dengan target harga Rp 12.600. Sementara itu, pada perdagangan sesi I di BEI, Selasa (29/11/2022), saham AALI ditutup pada harga Rp 8.250. Dengan demikian, potensi cuan dari saham AALI sebesar 52,7%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com