Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV

Pekan Depan IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.154 - 6.230

Mashud Toarik, Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Jakarta, investor.id – Harapan lahirnya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok untuk mengakhiri perang dagang mulai muncul menyusul rencana pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Jumat (11/10/2019) waktu setempat.

Sebelumnya Lui menyatakan, kedatangannya ke Washington merupakan upaya melakukan negoisasi dengan “ketulusan” dan niat baik untuk bekerjasama dengan AS.

AS sendiri dikabarkan mempertimbangkan untuk menunda rencana kenaikan tarif impor pekan depan dengan imbalan pakta mata uang. AS juga akan memberikan lisensi kepada sejumlah perusahaaan AS untuk menjual komponen non sensitif ke Huawei.

Menanggapi perkembangan tersebut, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan, hasil pertemuan dua tokoh akan menjadi sentimen penting bagi pergerakan pasar keuangan global.

Dia mengingatkan bahwa, pasar keuangan dunia masih tetap perlu berhati-hati akibat seringnya terjadi kegagalan negosiasi dagang kedua negara.

“Biarpun optimisme cukup tinggi di akhir pekan ini, tetapi perbedaan kedua negara masih sangat banyak dan besar. Diyakini Presiden Trump akan berupaya mencari solusi damai untuk menghindarkan AS dari resesi ekonomi apalagi Amerika menjelang pemilu,” urai Hans dalam analisis mingguannya kepada Majalah Investor, Sabtu (12/10/2019).

Selain berita perang dagang, pasar saham menurutnya juga akan di warnai harapan penurunan suku bunga oleh The Fed. Menurutnya rilis angka inflasi konsumen AS September yang tidak banyak berubah memberikan harapan terjadi pemotongan suku bunga.

“Presiden Trump juga memberikan tekanan pada pejabat The Fed untuk menurunkan suku bunga. Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian AS dan menaikan popularitas pemerintah,” imbuhnya.

Lebih jauh, sentimen pasar pekan depan juga akan diramaikan oleh event laporan keuangan. Menurutnya laba korporasi mungkin mengalai perlambatan akibat kondisi ekonomi yang menurun.

Terkait semua sentimen tadi, Hans Kwee memprediksi, pekan depan IHSG berpeluang menguat dengan target support pada level  6.033 sampai 5.988. Sementara target resistance di patok pada level 6.154 sampai 6.230.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA