Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di depan layar pergerakan saham, gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Pengunjung berada di depan layar pergerakan saham, gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Pekan Depan, IHSG Diprediksi Bergerak dalam Rentang 6.255 – 6.348

Mashud Toarik, Sabtu, 18 Januari 2020 | 13:11 WIB

Jakarta,investor.id – Sentimen global tetap menjadi perhatian pelaku pasar saham dalam menentukan kebijakan investasinya.

Memperhatikan perkembangan global terbaru, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee memperkirakan, pekan depan IHSG berpeluang konsolidasi cenderung melemah.

Adapun target IHSG menurutnya akan berada pada posisi support di level 6.255 sampai 6.218 dan resistance di level 6.300 sampai 6.348. “Pelaku pasar di rekomendasikan SOS ketika pasar menguat,” ujar Hans sebagaimana dikutip dari riset mingguannya, Sabtu (18/1/2020).

Hans mengatakan pada pekan depan, laba korporasi akan menjadi sentimen pendukung pasar. Diawal musim laporan keuangan mencatatkan data yang baik. Dari 7% dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan keuangannya, menurut data FactSet 76,5% perusahan-perusahaan membukukan laba lebih baik dari perkiraan.

Diperkirakana ekspektasi keuntungan perusahaan menurun pada periode pelaporan keli ini. FactSet memperkirakan laba S&P 500 berpeluang turun 2% pada kuartal keempat secara year-over-year.

Sedangkan sebagian analis memperkirakan laba emiten pada indeks S&P 500 berpeluang turun 0.8 % pada kuartal keempat, tetapi analis memperkirakan terjadi keniakan laba 5,8 persen pada kuartal pertama 2020.

Hans memaparkan, sebelumnya, pekan ini pasar di warnai sentiment positif penandatangan fase perama AS - Tiongkok, dimana hal ini mampu menghentikan perang dagang 19 bulan yang menekan pertumbuhan ekonomi global dan menjadi beban bagi pasar keuangan global.

Langkah Departemen Keuangan AS, yang mengeluarkan Tiongkok dari daftar manipulator mata uang juga menjadi sentiment positif pasar. Ini merupakan isyarat niat baik ketika delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Liu He melakukan penandatanganan perjanjian perdagangan parsial.

“Perwakilan AS dan Tiongkok telah melakukan penandatangan kesepakatan perdagangan parsial, di mana AS setuju untuk tidak mengenakan tarif tambahan dan mengurangi tarif terhadap sejumlah barang Tiongkok senilai US$ 120 miliar,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan, bagian kesepakatan adalah Tiongkok akan meningkatkan pembelian produk AS dimana Tiongkok dikabarkan akan membeli lebih dari US$ 50 miliar minyak, gas alam cair, dan produk energi AS lainnya dalam dua tahun. “Tetapi ada keraguan apakah Tiongkok akan memenuhi hal tersebut,” katanya.

Selain itu perjanjian perdagangan AS-Tiongkok juga mencakup ketentuan untuk mengekang pencurian kekayaan intelektual bersama dengan transfer teknologi. Hal ini masih harus di bahas antar kedua Negara karena berbedaan pendapat kedua Negara.

Hans menilai kesepakatan fase satu ini masih sangat rapuh karena banyak hal teknis yang harus dibicarakan. Pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, bahwa Amerika akan mempertahankan tarif barang-barang Tiongkok sampai kesepakatan tahap kedua berakhir juga menjadi sentiment negatif pasar.

Laporan Bloomberg News sebelumnya mengatakan AS bisa mempertahankan tarif lebih dari US$ 300 miliar terhadap barang-barang import dari Tiongkok sampai November 2020 atau sampai pilpres AS dilakukan.

Karena itu meski tensi perang Timur Tengah mereda, investor masih perlu mewaspadai kemungkinan kembali panasnya ketegangan geopolitik AS-Iran. Pasar menanti langkah sangsi baru apa yang di umumkan AS baru kepada Iran terkait pengayaan uranium dan tudingan Teheran sengaja menyerang fasilitas AS di Irak.

Inggris, Perancis dan Jerman juga secara resmi menuduh Iran melanggar perjanjian nuklir yang disepakatai 2015. Hal ini membaut peluang sanksi-sanksi kembali dikenakan.

Setelah negosiasi perang dagang AS - Tiongkok pasar menanti kelanjutan negosiasi AS dan Uni Eropa. Dikabarkan Hogan menyatakan terdapat sinyal positif terkait pembicaraan dengan Robert Lighthizer, Representative Trade USA di Washington. Pembicaraan dilakukan terkait keinginan Komisi Uni Eropa untuk melakukan menegosiasikan sengketa perdagangan terbuka antara AS dan Uni Eropa.

Negosiasi kedua wilayah diharapkan menjadi langkah baik dalam memecahkan masalah-masalah seperti pajak digital Perancis dan subsidi industri dirgantara. Hal lain yang juga menjadi sentiment optimisme pasar.

Langkah Otoritas Tiongkok yang dalam beberapa bulan terakhir menerapkan kebijakan untuk mendorong aktivitas ekonomi seperti melonggarkan batas kredit dinilai berhasil. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok berhasil tumbuh 6,1 persen di periode tahun 2019, dan hal ini sesuai dengan perkiraan para analis. Pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2019 Tiongkok sebesar 6,0 persen. Hal ini menujukan hal yang positif bagi Negara tersebut.
 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA