Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya

Itama Ranoraya

Pekan III Januari, Itama Ranoraya Telah Jual 1,7 Juta 'Swab Antigen Test' Covid-19

Rabu, 20 Januari 2021 | 18:54 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah berhasil menjual sebanyak 1,7 juta unit swab antigen test Covid-19 hingga pekan ketiga bulan ini. Sedangkan target penjualan swab antigen test pada kuartal I-2020 berkisar 2,5 - 3 juta unit.

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman mengatakan, permintaan alat test Covid-19 ini berasal dari sektor swasta, khususnya perusahaan ritel. “Harga produk yang terjangkau, penggunaan yang mudah, dan satu dari dua produk antigent test yang mendapat rekomendasi WHO menjadi faktor tingginya permintaan pasar terhadap produk swab antigen test yang dipasarkan perseroan ini,” tulisnya dalam penjelasan resmi diterima Investor Daily di Jakarta, Rabu (20/1).

Produk swab antigen test yang dipasarkan Itama Ranoraya ini digunakan banyak lembaga dalam pemeriksaan test Covid-19. Produk swab antigen test Panbio besutan Abbot ini baru saja mendapat hasil evaluasi dari Badan Penelitian dan Pengembanhan (Balitbang) Kementerian Kesehatan sebagai alat rapid antigen dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitasnya mencapai 100%.

"Dengan hasil evaluasi Balitbang Kemenkes tersebut, kami optimistis permintaan produk swab antigen test Panbio ini akan terus bertumbuh. Kami menargetkan peningkatan penjualan produk ini berkisar 100-300% menjadi 5 - 10 juta unit tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 2,4 juta," terang Hendri.

Peningkatan penjualan produk tersebut diharapkan berimbas terhadap lonjakan penjualan dan laba bersih tahun 2021. Menurut dia, pendapatan dan laba bersih tahun ini diproyeksikan tumbuh sekitar 80-100%, dibandingkan pendapatan thun 2020 berkisar Rp 540- 550 miliar dan laba bersih senilai Rp 56 - 60 miliar atau merefleksikan EPS sekitar Rp 38-40 per saham.

Selain penjualan produk swab antigen test, dia mengatakan, perseroan membidik lonjakan volume penjualan jarum suntik ADS dan mesin plasma darah tahun ini. Kinerja perseroan juga akan didukung penjualan produk baru Avimac, yaitu produk immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di lndonesia. Produk ini sudah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Produk ini juga telah diproduksi di Australia.

Sementara itu, saham IRRA hari ini berbalik menguat Rp 100 menjadi Rp 2.700 setelah lima hari berturut--turut mengalami auto reject bawah (ARB). Saham IRRA sempat menyentuh level tertinggi intraday Rp 4.390 pada 13 Januari dan setelah itu terus turun hingga level penutupan kemarin Rp 2.600 .

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN