Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Pekan Ini, Ada Sinyal Bullish Harga CPO

Senin, 3 Oktober 2022 | 06:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, ada sinyal bullish yang bakal mempengaruhi pergerakan harga CPO pada pekan ini. Sinyal ini berasal dari rilisnya data ekspor Malaysia hingga perkembangan kebijakan terkait ekspor dan biodiesel di Indonesia.

Baca juga: Nestle Akan Hentikan Pembelian CPO, Begini Tanggapan Astra Agro (AALI)

“Indikator yang dipantau adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode awal Oktober, perkembangan situasi konflik Ukraina, perkembangan situasi di India, dan perkembangan kebijakan terkait ekspor dan biodiesel di Indonesia,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis Jumat (23/9/2022) dengan Jumat (30/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 anjlok 346 Ringgit Malaysia menjadi 3.327 Ringgit Malaysia per ton, November 2022 terkoreksi 326 Ringgit Malaysia menjadi 3.384 Ringgit Malaysia per ton, Desember 2022 turun 320 Ringgit Malaysia menjadi 3.416 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Lanjutkan Penguatan

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Januari 2023 jatuh 300 Ringgit Malaysia 3.460 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, Februari 2023 terkikis 304 Ringgit Malaysia menjadi 3.503 per ton dan Maret 2023 merosot 301 Ringgit Malaysia menjadi 3.544 Ringgit Malaysia per ton.

“Harga CPO berpotensi berada di level resistance 3.600 – 3.800 Ringgit Malaysia per Ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 3.100 – 2.900 Ringgit Malaysia per ton,” tambahnya.

Baca juga: Nestle Stop Pembelian Minyak Sawit, Astra Agro (AALI) Bereaksi!

Dengan adanya sinyal bullish harga CPO, Yoga mengatakan, ada kemungkinan harga minyak kedelai juga akan ikut menguat. Apalagi dengan adanya potensi eskalasi tensi terkait konflik Ukraina dalam beberapa hari mendatang. Indikator utamanya adalalah situasi di pasar CPO, kondisi cuaca di negara produsen utama, dan perkembangan konflik Ukraina.

“Harga minyak kedelain pun diperkirakan akan bergerak di level resistance US$ 65 - 66 per Bushel. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga US$ 58 - 57 per bushel,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com