Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Pekan Ini, IHSG Berpeluang Masuk ke Zona 4.800-4.900

Nabil Al Faruq, Senin, 4 Mei 2020 | 08:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama pekan ini diproyeksi mengalami minor trend bullish, dengan potensi menguji level 4.811. Jika level itu tertembus, IHSG bisa bergerak ke level resistance berikutnya 4.975. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG menguat 149 poin (3,2%) ke posisi 4.716,4.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, hal yang perlu diperhatikan untuk pergerakan IHSG pekan ini adalah kondisi dari eksternal, yakni rilis data ekonomi mengenai trade balance (ekspor-impor) dan data manufacturing Amerika Serikat (AS), Tiongkok, maupun domestik, serta tingkat pengangguran AS.

“Sentimen lainnya adalah Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan menaikkan tarif terhadap Tiongkok karena ingin 'membalas' penyebaran wabah Covid-19. Hal ini menjadi pemicu kekhawatiran baru bagi pasar, sehingga bisa menjadi tekanan ke depannya,” kata Sukarno kepada Investor Daily, Minggu (3/5).

Di sisi lain, pelaku pasar tengah mencermati penemuan vaksin untuk Covid-19. Menurut Sukarno, jika pandemi Covid-19 dapat diatasi dengan cepat, perekonomian akan kembali pulih. Sebaliknya, apabila penanganan pandemi ini lamban, ekonomi akan makin terpuruk.

“Level support IHSG pekan ini 4.593 dan level resistance 4.811. Jika tertembus, bisa lanjut ke resistance selanjutnya 4.975. Tapi, jika gagal menguji atau malah berbalik jadi bearish, bisa ke level support 4.593,” ujar dia.

Sukarno menyarankan pemodal untuk melakukan strategi trading buy, dimana investasi yang dilakukan lebih berjangka pendek dan tidak terlalu lama untuk hold. Sebab, IHSG masih belum benar-benar aman. Pemodal juga perlu memperhatikan foreign flow yang terjadi dan bisa menggunakan momentum teknikal untuk melakukan aksi beli, jual, atau menggunakan strategi swing trade (entry buy or sell).

Adapun saham-saham yang patut dicermati adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pekan ini pergerakan IHSG diproyeksikan mengalami penguatan dengan rentang 4.690-4.825.

Sentimen yang mendorong pergerakan indeks, yakni pelaku pasar menantikan beberapa data ekonomi dari dalam negeri. Beberapa di antaranya adalah PMI Manufacturing dan inflasi yang diperkirakan turun karena pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan daya beli.

Dari sisi global, para pelaku pasar menanti data ekonomi Amerika, mulai dari trade balance yang diperkirakan turun hingga data PMI Sevices, Manufacturing, dan Composite. Selain itu, terdapat data mengenai unemployment rate yang diperkirakan naik dari 4,4% menjadi 15-17%.

Menurut Nico, hal ini mencerminkan situasi dan kondisi Amerika akibat pandemi Covid-19, sehingga membuat aktivitas ekonomi menjadi terhenti dan berdampak terhadap para pekerja. “Hal ini yang mungkin menjadi hambatan bagi penguatan pasar saham,” tutur dia.

Untuk rekomendasi saham, Nico menyarankan untuk berivestasi di sektor perbankan. Dia menilai bahwa saham-saham di sektor ini memiliki karakter growth stock. Kemudian, sektor infrastruktur dan kesehatan juga menjadi pilihan yang bagus dan beberapa saham di sektor barang konsumsi.

Di lain pihak, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG pekan ini diproyeksikan berada di zona merah. Melalui risetnya, dia menyampaikan, berdasarkan rasio fibonacci, level support pertama maupun kedua berada dalam rentang 4.569- 4.443. Sedangkan untuk resistance pertama maupun kedua pada kisaran 4.747-4.975.

Kemudian, MACD masih dalam pola golden cross di area negatif. Sedangkan indikator stochastic sudah mulai menunjukkan jenuh beli (overbought), sehingga IHSG berpeluang terkoreksi secara wajar menuju ke level support terdekat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN