Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Prediksi IHSG Mingguan

Pekan Ini IHSG Ditargetkan Bergerak pada Level 5.939 – 6.200

Mashud Toarik, Senin, 2 Desember 2019 | 08:05 WIB

Jakarta, Investor.id – Pergerakan pasar saham pada pekan ini diperkirakan masih akan diwarnai sentimen skala global, terutama perkembangan terbaru perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Perhatian pemodal pasar saham terutama terkait pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan Washington dan Beijing berada dalam "pergolakan akhir" perundingan untuk mengamankan kesepakatan perdagangan.

Selain itu masalah dukungan AS untuk demonstrasi di Hongkong masih akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini. Kita ketahui pekan lalu, Trump telah menandatangani dua undang-undang yang mendukung para demonstran di Hongkong. Hal ini telah memicu kemarahan Tiongkok dimana Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemudian mengancam, akan membalas tindakan tersebut.

Langkah Trump tentu dikhawatirkan harapan pelaku pasar terkait kelanjutan atas negoisasi dua negara dalam mengurangi eskalasi perang dagang.

“Pasar menjadi kawatir kerena semakin dekatnya waktu, karena Washington menjadwalkan untuk mengenakan tarif lebih besar pada barang-barang Tiongkok pada 15 Desember 2019. Bila tidak terjadi kesepakatan dan terjadi kenaikan tarif maka pasar akan merespon dengan negatif,” ujar Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama yang dikutip dari hasil riset yang diterima Majalah Investor, Minggu (1/12/2019).

Sementara dari dalam negeri AS, Hans mengatakan, data ekonomi AS yang keluar pekan lalu cukup baik dimana pesanan barang tahan lama naik 0,6% pada Oktober, jauh melebihi ekspektasi penurunan 0,8%.

Data klaim pengangguran mingguan turun menjadi 213.000 dari 227.000. Pertumbuhan PDB kuartal ketiga direvisi menjadi 2,1%, dari rilis sebelumnya sebesar 1,9%. Ringkasan kondisi ekonomi Federal Reserve - Beige Book - menunjukkan ekonomi AS berkembang secara moderat antara Oktober dan pertengahan November.

Rilis data defisit perdagangan barang AS menunjukkan penurunan tajam pada Oktober karena ekspor dan impor menurun. Data ekonomi yang baik ini semakin menengelamkan harapan penurunan bunga Fed di akhir tahun. Tetapi The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah.

“Selain itu kami perkirakaan pasar juga masih akan memantau proses pemakzulan terhadap Trump,” imbuhnya.

Adapun sentimen dalam negeri, pasar akan memantau aksi OJK, bila konsisten dengan keputusannya, mungkin masih akan ada pembubaran beberapa produk reksadana akibat janji return dari beberapa MI bermasalah. Hal ini masih akan memberikan tekanan jual pada pasar saham.

“Masih Negatifnya berita global dan regional ditambah beberapa khasus didalam negeri membuat kami menurunkan target IHSG di akhir tahun ke level 6220. IHSG masih berpeluang turun test level 5524 dalam beberapa pekan kedepan,” urai Hans.

Sementara untuk pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak di level support 5939 sampai 5767 dan resistance di level 6100 sampai 6200.

“Investor kami rekomendasikan SOS ketika pasar menguat dan melakukan pemelian kalau terjadi koreksi dalam di pasar,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA