Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bitcoin.

Ilustrasi Bitcoin.

Pekan Ini, Pasar Aset Kripto Belum Punya Momentum Bullish 

Senin, 27 Juni 2022 | 11:30 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar aset kripto pada awal pekan kelima Juni 2022, masih terlihat datar. Selama akhir pekan lalu, tidak ada pergerakan market yang mengejutkan baik naik maupun turun.

Melansir situs CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak turun sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) turun 1,37% ke US$ 21.086 per keping dalam sehari terakhir.

Advertisement

Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 1,52% ke US$ 1.214 di waktu yang sama. Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga mengalami penurunan, masing-masing 3,39% dan 1,06%. Mengejutkan Dogecoin (DOGE) mengalami lonjakan harga hingga 10,97% capai US$ 0,07513.

Baca juga: Sambil Nantikan Titik Bottom Bitcoin, Investor Kripto Bisa Sejenak Bernafas Lega

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini masih terus bergerak sideways, meski sedikit melemah di tengah tipisnya volume trading selama akhir pekan lalu. “Dari pergerakkan market kripto masih datar saja. Ini diperkirakan akan terus berlangsung lama. Salah satu penyebab market terus sideways di antaranya investor terus berulang melakukan aksi profit taking, saat harga sedikit naik, mumpung kinerja pasar kripto pekan lalu berada di teritori positif,” kata Afid, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut Afid menjelaskan investor juga masih dalam fase priced in dalam melihat dinamika makroekonomi yang terjadi selama sepekan belakang. Niatan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang di masa depan membuat banyak aset kripto semakin berkorelasi kuat dengan kondisi makroekonomi dalam sembilan bulan terakhir.

Baca juga: Resesi Amerika Makin Nyata, Ini Pendapat 5 Miliarder Dunia dan Bagaimana Nasib Bitcoin?

Afid berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan belum ada momentum yang baik untuk market bergerak bullish. Apalagi ekonom Wall Street meramalkan bahwa resesi ekonomi bisa terjadi dalam kurun waktu 12 bulan mendatang. Ramalan ini memberikan sinyal antisipasi bagi pelaku pasar, mengantisipasi “efek samping” kebijakan moneter agresif The Fed.

Pergerakkan Bitcoin pun rupanya diramalkan belum bergerak bagus. Pasar kripto belum bisa menguat signifikan pekan ini, karena tidak ada momentum yang bisa mendorong BTC meninggalkan kisaran US$ 20.000 per keping.

“Bitcoin akan mengalami test support berkali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$ 19.800 hingga US$ 17.000 dalam beberapa waktu ke depan. Dari analis teknikal, prospek bullish belum bisa terlihat. Untuk bergerak bullish, BTC harus melewati level resistance di titik US$ 23.000,” jelas Afid.

Jika dilihat dari sisi teknikal, BTC sendiri memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya sampai ke area US$ 22.400 hingga US$ 22.700 selama pekan ini. Kenaikan harga kripto yang terjadi nantinya hanya bersifat prematur, karena belum ada sentimen positif yang kuat.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN