Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pialang memantau jalannya pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekan Ini, Pertemuan Bank Sentral bakal Topang Kenaikan IHSG

Senin, 14 Juni 2021 | 06:02 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi cenderung menguat pekan ini, yang bakal ditopang oleh sentimen Federal Open Market Committee (FOMC) meeting dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Analis PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan, pada awal pekan, indeks kemungkinan bergerak melemah, karena aksi profit taking. Namun, masih berpotensi menguat kembali dengan level support di 6.034-6.050 dan resistance di 6.133-6.160. “Sentimennya dari FOMC meeting dan RDG BI," jelas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Di lain pihak, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, IHSG pekan ini berpeluang menguat di rentang 6.050-6.140. Ada sejumlah data penting yang mendukung penguatan tersebut.

Dari dalam negeri, investor akan memperhatikan data neraca dagang dan kinerja ekspor-impor yang berpotensi meningkat. Pertemuan Bank Indonesia juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Sedangkan dari Amerika Serikat (AS), data penting yang akan diperhatikan investor adalah pertemuan bank sentral AS pada 17 Juni mendatang. Sementara dari Tiongkok, salah satu sentimen yang diperhatikan adalah kinerja ekspor-impor yang diprediksi meningkat.

Di tengah penguatan tersebut, Nico melihat ada sejumlah sektor saham yang bisa dipilih investor. "Saham di sektor perbankan, teknologi dan komoditas bisa menjadi pilihan di tengah situasi dan kondisi pemulihan ekonomi Indonesia saat ini," terang dia.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Tbk Hans Kwee mengungkapkan, pada pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada pertemuan The Fed pada 15-16 Juni mendatang. Selain itu, investor akan memperhatikan tingkat inflasi dan data tenaga kerja di AS. "Kenaikan tingkat inflasi yang sementara itu akan sejenak menjadi sentimen penguat IHSG," terang dia.

Dengan berbagai sentimen itu, IHSG pekan ini akan mengalami konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Adapun level support akan berada di 5.974-6.047 dan resistance di 6.134-6.200.

Lebih lanjut, Head of Investment PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menjelaskan, pada Juni 2021 ini, aktivitas manufaktur Tanah Air sudah mulai berjalan, terlihat dari Prompt Manufacturing Index (PMI) pada Mei 2021 yang mencapai 55,3. Pelaku usaha terlihat mulai menambah tenaga kerjanya dalam 15 bulan terakhir. "Dengan indikasi ini, PMI Indonesia diprediksi kembali menguat," papar dia.

Kemudian, harga logam diprediksi terus menguat seiring meningkatnya permintaan, sedangkan suplainya cenderung terbatas. Permintaan paling signifikan berasal dari Amerika Serikat yang menjadi pendorong utama pergerakan harga logam saat ini.

Sementara itu, kasus Covid-19 juga masih menjadi perhatian investor. Lonjakan kasus ini terjadi akibat mobilitas yang terjadi selama lebaran pada Mei silam. Namun, lonjakan ini diharapkan tidak setinggi pada akhir kuartal I-2021.

Pada Juni 2021 ini, Mirae merekomendasikan 8 saham yang bisa dipilih investor, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Pada 4 Juni 2021, 8 saham pilihan ini berhasil mengungguli kinerja IHSG sebesar 34,1%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN