Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (16/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (16/6/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekan Ini, Tiga Emiten 'Listing' Perdana di BEI

Minggu, 5 Juli 2020 | 11:47 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Tiga calon emiten akan menggelar pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini. Ketiga perusahaan tersebut yaitu, PT Pakuan Tbk (UANG), PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA), dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Sesuai dengan rencana, Pakuan akan melakukan pencatatan perdana saham (listing) pada Senin (6/7). Sedangkan Boston Furniture, dan Pradiksi Gunatama akan melaksanakan listing pada Selasa (7/7).

Berdasarkan prospektus, Pakuan diperkirakan mengumpulkan dana dari penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham sebesar Rp 34,37 miliar. Adapun dalam pelaksanaan IPO, Pakuan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penyediaan akomodasi, real estat, aktivitas olahraga dan rekreasi ini, melepas 275 juta saham biasa atas nama atau sebanyak 22,73% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO, dengan harga penawaran umum sebesar Rp 125 per saham.

Emiten yang akan menggunakan kode saham UANG ini, berencana menggunakan dana yang terkumpul dari IPO, yang seluruhnya dipergunakan untuk penambahan modal kerja untuk proyek pembangunan barunya yaitu proyek Sawangan Lake View.

“Launching event & promosi awal 4,70%, biaya pembangunan area komersial 25,39%, dan biaya pembangunan fasilitas penunjang 69,91%,” jelas manajemen Pakuan dalam prospektusnya.

Sampai akhir Januari 2020, Pakuan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,87 miliar atau naik 343,5% dibanding periode sama tahun 2019 sebesar Rp 648 juta. Pakuan mencatatkan laba sebesar Rp 25,28 juta dari sebelumnya merugi sebesar Rp 555 juta pada periode sama tahun lalu.

Sementara itu, Boston Furniture Industries akan menghimpun dana sebesar Rp 40 miliar. Dalam gelaran IPO, perseroan menawarkan 400 juta saham baru atau sebanyak 24,24% dari dari modal ditempatkan setelah IPO. Boston Furniture menawarkan sahamnya dengan harga penawaran sebesar Rp 100.

Perusahaan yang bergerak di bidang furniture ini akan menggunakan kode saham SOFA. Adapun sebagian besar dana yang diterima dari pelaksanaan IPO akan digunakan untuk membeli mesin-mesin operasional untuk menunjang kegiatan produksi perseroan.

“Sekitar 41,67% digunakan untuk belanja modal, pembelian mesin-mesin yang dimaksud disini adalah mesin potong kayu yang menggunakan teknologi laser-cutting, mesin tempel edging, mesin CNC bandsaw, dan mesin plywood molder. Mesin-mesin tersebut berfungsi untuk meningkatkan kapasitas produksi dari perseroan, sehingga perseroan dapat meningkatkan kinerja,” jelas manajemen Boston Furniture dalam prospektusnya.

Manajemen perseroan menjelaskan, secara rinci 19,44% penggunaan dana hasil IPO digunakan untuk penambahan infrastruktur dan fasilitas area produksi, kantor dan berbagai fasilitas pendukung di lokasi pabrik. Sedangkan sebesar 16,67%, akan digunakan pembukaan showroom baru yang berfungsi untuk pemajangan contoh produk-produk perseroan. Sisanya 13,89%, akan digunakan untuk pembelian perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk pembangunan platform penjualan online.

Calon emiten selanjutnya, Pradiksi Gunatama akan menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp 103,5 miliar untuk belanja modal pembangunan infrastruktur, dan pembelian pupuk dan operasional lainnya.

“Sekitar 40% akan digunakan untuk belanja modal pembangunan infrastruktur, dan sekitar 60%akan digunakan untuk modal kerja yaitu untuk pembelian pupuk, TBS dan operasional lainnya,” jelas manajemen Pradiksi Gunatama dalam prospektusnya.

Perseroan yang akan menggunakan kode saham PGUN ini, melepas sahamnya sebanyak 900 juta saham atau 18% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan menawarkan saham nya dengan harga penawaran sebesar Rp 115 kepada masyarakat.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN