Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekan Pertama Ramadan, Pasar Saham Masih Bullish?

Minggu, 3 April 2022 | 13:45 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bullish consolidation dengan level support 7.034-7.015 dan resistance 7.099-7.139 dalam sepekan ke depan atau pekan pertama di bulan Ramadan.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menyampaikan bahwa dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih di atas 100 memperlihatkan betapa kepercayaan konsumen terhadap optimisme pemulihan ekonomi masih tinggi, sehingga akan tercermin dari IHSG yang masih bullish.

“Cadangan devisa (cadev) Indonesia juga diproyeksikan masih cukup memadai, yang didukung oleh stabilitas fundamental makro-ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan,” kata Nafan kepada Investor Daily.

Baca juga: Saham Emiten Boy Thohir dan Peter Sondakh Berkibar, Hary Tanoe Dominan

Sentimen lain yang akan menopang IHSG dalam sepekan ke depan adalah rilis laporan keuangan emiten yang makin positif dan kasus harian Covid-19 di Tanah Air yang terus menunjukkan penurunan. Belum lagi, dinamika bulan Ramadan yang tentu akan mendorong tingkat konsumsi masyarakat di Tanah Air.

Kendati begitu, Nafan masih mempertahankan netral untuk sektor consumer goods. “Untuk sektor consumer goods, kami masih mempertahankan netral dengan fokus pada saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF),” tutur Nafan.

Adapun soal sentimen dari global, Nafan mencermati dinamika konflik antara Rusia dan Ukraina yang terus bergulir. Kemudian, kekhawatiran kenaikan inflasi, kebijakan moneter kontraktif (contractionary monetary policy) The Fed, dan kebijakan lockdown Tiongkok dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19.

Sementara itu, data perdagangan BEI dalam sepekan terakhir bervariasi. Kenaikan terjadi pada nilai kapitalisasi pasar bursa yang meningkat 1,1% atau Rp 97,16 triliun menjadi Rp 8.909,4 triliun dari Rp 8.812,3 triliun pada pekan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada IHSG, yaitu sebesar 1,09% menjadi 7.078,7 dari posisi 7.002,5 pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turun 0,97% menjadi Rp 13,83 triliun dari Rp 13,97 triliun pada pekan lalu.

Baca juga: Banyak Saham Big Cap Kasih Cuan Gede, Ini Daftarnya

“Lalu, rata-rata volume transaksi harian bursa turun 10,35% menjadi 22,536 miliar saham dari 25,137 miliar saham pada penutupan pekan sebelumnya,” tulis BEI dalam keterangannya.

Adapun rata-rata frekuensi harian bursa selama sepekan juga turun 3,14% menjadi 1.242.024 transaksi dari 1.282.303 transaksi pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada perdagangan Jumat mencatatkan nilai beli bersih (net buy) saham sebesar Rp 1,27 triliun. Dengan demikian, sepanjang tahun 2022, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 33,32 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN