Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Adhi Karya. Foto: B1photo/Danung

Proyek Adhi Karya. Foto: B1photo/Danung

Pekerjaan LRT Jabodebek Adhi Karya Capai 70,9%

Kamis, 9 April 2020 | 14:29 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) terus melanjutkan pembangunan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) terintegrasi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) tahap I. Proyek bernilai Rp 22,8 triliun yang telah digarap sejak September 2015 tersebut, kini progres pekerjaannya telah mencapai 70,9% per 20 Maret 2020.

Setiap pekerjaan jalur layanan LRT Jabodebek tahap I mengalami perkembangan bervarisasi. Lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur telah mencapai 87,6%, lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 66,2%, dan lintas pelayanan 3 Cawang-Bekasi mencapai 63%.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,5 triliun hingga Maret 2020. Realisasi perolehan kontrak baru tersebut didominasi oleh pembangunan jaringan gas perumahan di Aceh dan Sumatera Utara senilai Rp142,1 miliar dan pembangunan simpang susun di Sragen, Jawa Tengah senilai Rp129,4 miliar.

“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Maret 2020, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 94%, properti sebesar 5% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).

Sementara pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru Adhi Karya terdiri dari proyek gedung sebesar 26%, jalan dan jembatan sebesar 7%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 67%.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 70%, BUMN sebesar 19%, sementara swasta atau lainnya sebesar 11%.

Sebagai informasi, selama periode 2020-2024 ini, Adhi Karya merencanakan beberapa investasi dalam bidang infrastruktur. Kegiatan investasi ini dicanangkan, tidak hanya sebagai bentuk pengembangan peluang bisnis perseroan, tetapi juga sebagai partisipasi pada program pemerintah. Program tersebut berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional dan investasi sebagai pembuka kesempatan.

Dari beberapa rencana investasi, perseroan tercatat menjadi pemrakarsa dari beberapa proyek diantaranya, jalan tol Solo-Yogyakarta, jalan tol Solo-Bawen, jalan tol 6 Ruas Dalam Kota Jakarta, jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated, prasarana Kereta Api Loop Line Jakarta,  pengadaan air bersih dari Bendungan Karian untuk Jakarta Barat dan Tangerang Selatan, serta pengolahan limbah.

Sesuai rencana, pengembangan proyek-proyek investasi tersebut akan membutuhkan ekuitas sebesar Rp 6 triliun. Untuk memenuhi pendanaan tersebut, Adhi Karya berencana untuk melakukan penambahan ekuitas dengan skema rights issue.

Terkait aksi korporasi tersebut dan dalam rangka mempertahankan kepemilikan saham Pemerintah RI sebagai pengendali, maka perseroan telah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 trilliun untuk tahun Anggaran 2021. Sementara perolehan dana rights issue dari porsi investor publik diperkirakan sekitar Rp 2,9 trilliun.

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN